SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Puluhan petani yang tergabung dalam Krama Subak Paras Jambul mendatangi Gedung DPRD Buleleng, Senin (14/4/2025).
Mereka mengadukan nasib para petani, lantaran akses pengairan ke lahan pertanian mereka diblokir oleh warga.
Perwakilan petani, Wayan Juena, menjelaskan bahwa telabah (saluran air) yang mengairi sawah-sawah mereka sudah tidak berfungsi lagi.
Telabah itu mengairi sawah di Desa Selat dan Desa Tegallinggah di Kecamatan Sukasada.
Pengairan di telabah sudah tidak lagi berfungsi gara-gara pemblokiran sepihak oleh seorang warga Desa Tegallinggah sejak 2022.
"Upaya mediasi sudah kami lakukan, baik secara pribadi, lewat aparat desa, maupun melibatkan instansi terkait. Namun sampai sekarang belum ada penyelesaian," keluh Juena.
Akibat penutupan itu, sekitar 40 hektare lahan sawah di wilayah Subak Paras Jambul tidak bisa ditanami. Para petani pun terpaksa menghentikan aktivitas bercocok tanam karena air tidak cukup.
Mereka mendesak agar DPRD Buleleng membantu mencarikan solusi, agar irigasi bisa berfungsi kembali. Sehingga air kembali mengalir dan sawah mereka bisa produktif lagi.
Menanggapi pengaduan tersebut, Ketua DPRD Buleleng Ngurah Arya berjanji segera menindaklanjuti laporan itu.
Pihaknya akan mengkaji dokumen yang ada serta melakukan kunjungan lapangan bersama komisi terkait untuk melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kami akan kumpulkan data dan fakta di lapangan sebagai dasar menentukan langkah penyelesaian yang bisa diterima semua pihak,” ujar Ngurah Arya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya