Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Prevalensi Stunting di Buleleng Turun Tajam: Dari 11 Persen Jadi 2 Persen

Eka Prasetya • Senin, 1 Januari 2024 | 15:30 WIB
CEGAH STUNTING: Pj. Ketua Tim  Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Paramitha Lihadnyana (kiri) saat pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita di Buleleng dalam rangka mencegah stunting.
CEGAH STUNTING: Pj. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Paramitha Lihadnyana (kiri) saat pemberian makanan tambahan (PMT) kepada balita di Buleleng dalam rangka mencegah stunting.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mengklaim telah berhasil menurungkan angka prevalensi stunting Buleleng sepanjang tahun 2023 lalu. Prevalensi stunting di Buleleng tadinya mencapai 11 persen, angka tertinggi di Bali. Namun akhir tahun lalu, angka stunting Buleleng diklaim sudah turun menjadi 2,7 persen.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni mengatakan, penanganan stunting telah melibatkan lintas sektor. Bappeda telah telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Menurutnya, tim tersebut merumuskan berbagai kebijakan dan program penurunan stunting. Mengingat stunting tidak bisa dibebankan pada satu organisasi perangkat daerah saja. Melainkan harus ada kolaborasi penanganan stunting.

Reika mengatakan, Bappeda selaku Sekretariat Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP), meminta partisipasi aktif institusi swasta di Buleleng. Caranya melakukan intervensi sasaran melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada balita stunting yang tersebar di 23 desa.

“Tahun 2022 berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Buleleng sebesar 11 persen. Tahun 2023 berdasarkan SKI (Survey Kesehatan Indonesia) prevalensi stunting 2023 di Kabupaten Buleleng sukses turun di angka 2,7 persen,” kata Reika.

Reika berharap kolaborasi dan komitmen semua pihak untuk terus menurunkan angka Kemiskinan Ekstrem dan Stunting di Kabupaten Buleleng. Bantuan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, dan konvergensi dalam penanganan Stunting diharapkan dapat mengangkat penduduk dari lingkaran kemiskinan dan mencapai target perencanaan daerah. (*)

Editor : Eka Prasetya
#prevalensi stunting #tim percepatan stunting #stunting buleleng #kesehatan balita #stunting #Survey Kesehatan Indonesia #Bappeda Buleleng #kesehatan anak #program penurunan stunting