SINGARAJA-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng mulai merekrut Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tercatat ada 2.275 orang pengawas TPS yang harus bertugas di seantero Buleleng.
Ketua Bawaslu Buleleng, Kadek Carna Wirata mengatakan, ribuan Pengawas TPS itu telah direkrut mulai Selasa (2/1). Targetnya kuota terpenuhi hingga Sabtu (6/1) mendatang.
Carna mengatakan jumlah itu memang cukup banyak. Meski begitu Bawaslu telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya menggandeng mahasiswa sebagai pengawas TPS. Menurutnya Bawaslu sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi untuk dukungan SDM dalam pengawasan Pemilu.
“Sudah ada kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi. Kalau dulu memang tidak ada, karena saat itu batas usia pengawas TPS itu 25 tahun. Tapi sekarang batas usianya turun jadi 21 tahun. Sehingga mahasiswa juga bisa terlibat,” kata Carna.
Ia mengaku proses rekrutmen pengawas TPS cukup menantang. Mengingat ada sejumlah etika yang harus dipenuhi. Yakni tidak terlibat dalam hubungan suami-istri dengan penyelenggara.
“Misalnya istri jadi anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), suaminya nggak bisa jadi pengawas TPS,” imbuhnya.
Meski persyaratannya cukup ketat, ia optimistis alokasi pengawas TPS akan terpenuhi. Ia telah meminta Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) serta Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) menggencarkan sosialisasi rekrutmen pengawas TPS.
Asal tahu saja, pengawas TPS akan dilantik pada Senin (22/1). Selanjutnya mereka akan bertugas hingga H+7 pemungutan dan penghitungan suara. Pengawas TPS akan bertugas mengawasi distribusi pemberitahuan memilih, pembuatan TPS, distribusi logistik ke TPS, pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi suara, hingga distribusi logistik dari TPS ke Panitia Pemungutan Suara. ***
Editor : Donny Tabelak