Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Survei Migas di Laut Buleleng Tertunda, Ini Pemicunya

Eka Prasetya • Selasa, 9 Januari 2024 | 23:01 WIB

 

LAKUKAN PENYISIRAN: Salah satu tug boat yang digunakan melakukan penyisiran dan pembersihan rumpon.
LAKUKAN PENYISIRAN: Salah satu tug boat yang digunakan melakukan penyisiran dan pembersihan rumpon.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Buleleng punya potensi minyak dan gas (migas) yang berada di perairan Bali Utara. Sayangnya survei pemetaan potensi migas harus tertunda.

Survei seismik semestinya sudah dilakukan pada Minggu (7/1/2024). Namun hingga Selasa (9/1/2024) survei belum terlaksana.

Padahal kapal yang melakukan survei seismik sudah bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang sejak Sabtu (6/1/2024).

Alhasil PT. TGS Indonesia selaku perusahaan yang dipercaya melakukan survey, terpaksa menunda jadwal.

Senior Public Relation PT TGS Indonesia, Sholahudin Achmad mengaku, survei seismik belum terlaksana. Survei tertunda karena upaya penyisiran rumpon yang belum maksimal.

Upaya penyisiran rumpon telah berlangsung sejak Jumat (29/12/2023). Ada dua unit kapal yang dikerahkan melakukan penyisiran.

Kendati telah dilakukan selama sepekan lebih, penyisiran belum tuntas betul. Sebab baru 52 buah rumpon yang berhasil dibersihkan. Jumlah itu diperkirakan hanya sepertiga dari rumpon yang ada di perairan Buleleng.

“Mungkin baru sampai separonya. Kapal masih terus melakukan penyisiran. Kami juga nggak menyangka kalau rumponnya ternyata berukuran besar,” kata Sholahudin saat dihubungi Selasa (9/1/2024).

Setiap satu unit kapal hanya mampu mengangkut 12-13 unit kapal. Setelah muatan penuh,  maka kapal harus kembali ke Pelabuhan Celukan Bawang untuk bongkar muat.

Pihak perusahaan akhirnya harus menambah armada untuk melakukan pembersihan rumpon. Dari semula dua unit kapal, menjadi lima unit kapal tugboat.

“Mudah-mudahan dalam seminggu mendatang sudah bisa bersih. Karena ini berkaitan dengan jadwal survey,” tegasnya.

Lebih lanjut Sholahudin mengatakan, survei akan dimulai pada Rabu (10/1/2024). Survei akan tetap dilanjutkan, kendati perairan belum bersih betul dari rumpon.

Rencananya kapal yang digunakan melakukan survei seismik akan bergerak dari perairan Buleleng barat mengarah ke timur.

Bersamaan dengan jadwal survei seismik, tug boat yang melakukan penyisiran rumpon, akan fokus membersihkan rumpon di perairan Buleleng Timur.

“Sementara direncanakan lewat jalur yang sudah bersih dulu. Sambil penyisiran berjalan, survei juga tetap berjalan,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Kementerian ESDM berencana melakukan pemetaan potensi migas di perairan utara Bali.

Bali sejak lama diyakini memiliki potensi migas melalui Blok North Bali. Namun belum ada studi dan pemetaan lebih lanjut, sehingga rencana eksplorasi tak kunjung terealisasi.

Tahun ini kementerian bekerjasama dengan PT. TGS Indonesia melakukan pemetaan potensi migas di Blok North Bali. Pemetaan itu menggunakan metode seismik dua dimensi dan tiga dimensi.

Pemetaan dilakukan kapal streamer COSL HYSY 718 dan COSL HYSY 720. Kedua kapal itu telah bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang sejak Sabtu (6/1/2024).

Konsekuensi dari pemetaan tersebut, rumpon milik nelayan yang terpasang di perairan Bali Utara, terpaksa dibersihkan. Terutama rumpon yang dipasang pada jarak 12 mil hingga 60 mil dari pantai utara Bali.

Keberadaan rumpon-rumpon tersebut itu dinilai menghalangi alur perlintasan kapal dalam proses survei. Sehingga dapat berdampak pada keselamatan pelayaran.

TGS Indonesia selaku pelaksana survei, berjanji memberikan ganti rugi atas pembersihan rumpon itu. Nilai ganti rugi disesuaikan dengan material dan ukuran rumpon.

Nilai ganti rugi berkisar antara Rp 19 juta hingga Rp 35 juta. Selain itu perusahaan juga berjanji memberikan dana kompensasi sebanyak Rp 1 juta kepada nelayan, karena mereka tak bisa melaut. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#TGS #berita buleleng #survei migas #Laut Bali #potensi laut #rumpon #migas #pelabuhan celukan bawang #tugboat