Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dukung Kesetaraan Pendidikan, Lapas Singaraja Fasilitasi Kejar Paket Warga Binaannya

Francelino Junior • Kamis, 18 Januari 2024 | 05:15 WIB

 

Suasana program kesetaraan pendidikan paket C di Lapas Singaraja. Mereka difasilitasi agar dapat menyelesaikan pendidikan yang terputus.
Suasana program kesetaraan pendidikan paket C di Lapas Singaraja. Mereka difasilitasi agar dapat menyelesaikan pendidikan yang terputus.

SINGARAJA-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Singaraja tetap peduli dengan pendidikan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Mereka difasilitasi kejar paket A, B, dan C dalam program Kegiatan Belajar Kesetaraan Warga Binaan (Kertawana).

Kepala Lapas Singaraja, I Wayan Putu Sutresna menjelaskan program ini merupakan bentuk kerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng melalui Satuan Pendidikan Non Formal-Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF-SKB) Kabupaten Buleleng.

Sutresna melanjutkan, program ini sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formal.

Apalagi di Lapas Singaraja tercatat ada sekitar 100 warga binaan yang putus sekolah.

"Program ini diikuti sebanyak sembilan orang, terbagi atas tiga kelompok. Yakni satu orang di Paket A, satu orang di Paket B, dan tujuh orang di Paket C," ujar Kalapas Singaraja ditemui pada Rabu (17/1) pagi di Aula Nusantara Lapas Singaraja.

Program kesetaraan pendidikan di Lapas Singaraja sudah masuk semester II per bulan Januari 2024. Namun, sambung Sutresna, untuk saat ini yang bisa difasilitasi hanya warga binaan yang berusia di bawah 24 tahun.

Pihaknya berusaha agar program ini di semester selanjutnya pada 2024, dapat memfasilitasi warga binaan yang berusia di atas 24 tahun. Sehingga mereka juga dapat menerima dan menyelesaikan pendidikan yang sebelumnya tidak terselesaikan.

"Kami ingin warga binaan selama menjalankan hukuman pidana, tidak hanya diberikan sertifikasi keterampilan. Tetapi juga dapat ijazah formal untuk dipakai ke depannya," terang Sutresna.

Di tempat yang sama, Sekretaris Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata berujar kerjasama dengan Lapas Singaraja sudah berjalan sejak Agustus 2023 lalu.

Pihaknya melalui SPNF-SKB memfasilitasi kebutuhan pelaksanaan program kesetaraan pendidikan ini. Mulai dari tenaga pengajar, kurikulum, hingga materi ajar.

Diketahui ada sembilan mata pelajaran dengan masing-masing pengajar. Warga binaan akan belajar tatap muka selama dua minggu dalam satu bulan, sedangkan sisa waktu lainnya mereka akan belajar secara mandiri.

Surya Bharata berharap program ini dapat berkelanjutan, mengingat program ini menjadi angin segar bagi warga binaan yang belum menyelesaikan pendidikan formalnya.

"Dari program ini, berharap masyarakat yang jalani pidana di lapas mendapatkan hak-hak pendidikan dengan baik melalui program kesetaraan ini. Diistilahkan sekolah putus tapi pendidikan tetap bisa jalan melalui program ini," ujarnya usai memantau para warga binaan menerima pendidikan.

Usai menyelesaikan paket belajar, warga binaan dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya hingga ke tingkat perguruan tinggi.

Ia mengatakan bahwa Disdikpora Buleleng akan memfasilitasi keberlanjutan pendidikan warga binaan bila mereka sudah menyelesaikan hukuman pidana di Lapas Singaraja.

"Bila warga binaan ingin lanjut, tetapi masa pidana sudah selesai namun pendidikan belum selesai, bisa lanjut ke SKB atau kita mutasikan ke PKBM di wilayah masing-masing kecamatan," sambungnya.

Di lain pihak, salah satu warga binaan, Tri Mahendra Dewanto, 22, yang mengikuti program kesetaraan pendidikan di Paket C, mengaku sangat antusias. Karena ia memiliki kegiatan yang menambah manfaat baginya.

"Saya sudah putus sekolah saat SMK. Setidaknya saya bisa kembali melanjutkan pendidikan yang tertunda," ujar warga binaan asal Surabaya itu.***

Editor : Donny Tabelak
#warga binaan #disdikpora buleleng #lapas singaraja