Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Sisi Lain Pemuda Buleleng Jadi Korban Pengeroyokan Sempidi: Komunitas Sosial Galang Solidaritas, Donasi Masyarakat Mengalir

Francelino Junior • Sabtu, 20 Januari 2024 | 13:51 WIB

 

GALANG SOLIDARITAS: Ary Ulangun (paling kiri) saat mendatangi rumah duka korban pengeroyokan di Sempidi.
GALANG SOLIDARITAS: Ary Ulangun (paling kiri) saat mendatangi rumah duka korban pengeroyokan di Sempidi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Peristiwa yang mengenai Adhi Putra Krismawan, 23, pemuda Buleleng yang jadi korban pengeroyokan di Sempidi, Badung, jadi perhatian masyarakat.

Mendiang diduga jadi korban salah sasaran kelompok pemuda.

Ditambah lagi korban merupakan tulang punggung keluarganya. Mendiang merantau ke Badung, dengan harapan mendapat pekerjaan.

Alih-alih bekerja, korban jadi justru korban pengeroyokan. Dia harus meregang nyawa karena ulah sekelompok pemuda yang tak bertanggung jawab.

Masyarakat di Buleleng ramai-ramai menggalang bantuan untuk keluarga mendiang Adhi Putra Krismawan.

Setidaknya ada dua komunitas sosial di Buleleng yang telah bergerak menggalang donasi.

Salah satunya dilakukan influencer I Gede Ary Suardika alias Ary Ulangun melalui 10ribumimpi.

Ary mengaku merasa tergerak setelah salah satu anggota keluarga Adhi menghubunginya dan meminta bantuan untuk biaya pemakaman. Termasuk biaya sekolah untuk anak mendiang. 

Dia datang ke rumah mendiang di Jalan Pulau Sumatera, Lingkungan Widya Sari, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng untuk mengetahui langsung kondisi keluarga.

"Kami melakukan penggalangan dana sejak hari Rabu (17/1/2024) lalu dan sudah terkumpul sebanyak Rp 65 juta. Sudah kami serahkan ke keluarga secara penuh hari Jumat (19/1/2024)," ujarnya.

Menurutnya, tak menutup kemungkinan ada uluran tangan dari masyarakat lainnya. Karena banyak juga yang bergerak dan berencana memberikan bantuan secara langsung.

Bantuan uluran tangan datang juga dari Buleleng Sosial Community (BSC).

Komunitas sosial ini juga turut membantu menggalang dana untuk Adhi dan keluarganya.

Ketua BSC, Eka Tirtayana bahkan tak menyangka jenazah Adhi harus dipulangkan ke Buleleng menggunakan mobil bak terbuka.

Setelah berita kepulangan jenazah menggunakan mobil bak terbuka, BSC lalu bergerak menuju rumah Adhi.

Mereka kaget melihat kondisi keluarga yang ternyata kurang mampu. Hal ini menggugah hati nurani BSC untuk ikut membantu menutupi kekurangan yang ada.

Melalui BSC, tercatat terkumpul donasi sebanyak Rp 8,72 juta yang sudah diserahkan bertahap dari Kamis (18/1) sampai Jumat (19/1).

"Ternyata beliau merupakan keluarga kurang mampu. Nah dari sini saya berinisiatif mencoba memfasilitasi, bersyukur sudah terkumpul Rp 8.725.000 dan sudah kami serahkan," ujar Eka.

KEPEDULIAN: Komunitas Buleleng Social Community (BSC) saat mendatangi rumah duka korban pengeroyokan.
KEPEDULIAN: Komunitas Buleleng Social Community (BSC) saat mendatangi rumah duka korban pengeroyokan.

Senada dengan Ary Ulangun, Eka tak menutup kemungkinan bila ada masyarakat yang tergerak dan menitipkan rezekinya melalui BSC.

Donasi itu selain untuk meringankan biaya pemakaman, juga untuk membantu biaya sekolah anak laki-laki Adhi.

Sekadar diketahui, seorang pemuda asal Buleleng, yakni Adhi Putra Krismawan meregang nyawa karena menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal di Jalan Raya Sempidi-Dalung, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Badung pada Selasa (16/1/2024) sekitar pukul 00.30 WITA.

Para pelaku yang diperkirakan berjumlah 12 orang secara membabi buta mengeroyok korban hingga meregang nyawa.

Dari hasil autopsi, ditemukan luka di dada kanan Adhi sedalam 14 cm yang menembus jantung.

Hingga saat ini, para pelaku belum berhasil ditangkap polisi. Tetapi polisi menyebutkan sudah mengantongi ciri-ciri para pelaku itu.

Berbagai pihak berharap agar polisi dapat dengan cepat mengusut dan menangkap para pelaku keji itu.

"Ada keinginan balas dendam karena keluarganya terbunuh. Saya sampaikan serahkan ke polisi karena ini negara hukum. Saya minta tidak balas dendam, tidak ada kekerasan lagi, serahkan ke polisi," kata Kepala Lingkungan Widya Sari, I Komang Sudarma alias Bolis.

Ayah Adhi, Made Suki Arsawan juga mengharapkan polisi dapat menghukum para pelaku pembunuh anak keempatnya itu dengan berat. Kalau bisa dengan hukuman mati, agar ada efek jera.

"Polisi mohon usut secepat, setuntas, dan seadil-adilnya. Hukum yang setimpal dan seberat-beratnya. Kalau bisa harus hukum mati biar jera, agar tidak muncul lagi kasus serupa dan bibit-bibit yang dapat merusak nama Bali," tegas ayah Adhi. 

Rencananya, Adhi Putra Krismawan akan dikebumikan pada hari ini (20/1/2024) sekitar pukul 13.00 WITA di Taman Makam Umat Kristiani Buleleng. (*)

Editor : Eka Prasetya
#komunitas sosial #pengeroyokan #adhi putra krisnawan #donasi