SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Musim hujan mulai datang. Sampah kiriman pun harus dicegah. Mengingat pada musim hujan sampah-sampah itu biasanya menumpuk di kawasan pesisir.
Sampah-sampah kiriman itu biasanya berupa ranting hingga batang pohon. Bahkan ada juga yang berupa sampah rumah tangga.
Sampah itu harus segera dibersihkan agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Terutama sampah-sampah yang ada di kawasan pariwisata.
Jumat (26/1/2024) pagi, Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan aksi kolaborasi dalam pembersihan pantai.
Aksi itu melibatkan para pegawai di Pemkab Buleleng, Kodim 1609/Buleleng, serta Polres Buleleng. Aksi bersih pantai itu dikemas lewat program Buleleng Pantai Bersih alias Be-Pasih.
Aksi tersebut dilakukan di lima titik yang ada di sekitar kawasan wisata Lovina. Yakni di Pantai Lovina, Pantai Banyualit, Spice Beach, Pantai Bali Bagus, dan Frangipani Beach.
Kegiatan itu juga diikuti Pj. Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana dan Komandan Kodim 1609/Buleleng, Letkol Kav Angga Nurdyana.
Pj. Bupati Buleleng menyebut aksi itu merupakan cara mengantisipasi sampah kiriman. Mengingat pada musim hujan banyak yang terdampar di pantai.
Lihadnyana juga berharap aksi tersebut dapat mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha pariwisata ikut bertanggungjawab atas kebersihan pantai.
Pria asal Desa Kekeran itu juga berencana membuat surat edaran bagi pengelola pariwisata untuk ikut berpartisipasi menjaga kebersihan.
“Karena setelah kita lihat langsung masih ada telajakan mereka yang tidak dibuatkan taman. Pariwisata itu simpel sebenarnya. Orang tertarik apabila mereka merasa nyaman, aman, ada keindahan, kebersihan serta pelayanan yang ramah. Semua unsur itu harus terpenuhi,” ungkap Lihadnyana.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, aksi tersebut merupakan kelanjutan dari aksi bersih sungai.
Pembersihan dilakukan mulai dari kawasan hulu hingga kawasan hilir. Harapannya tidak ada lagi sampah-sampah yang terdampar di pantai.
“Kami bergerak dari hulu ke hilir. Tempo hari kami sudah lakukan penghijauan di kawasan hulu, kemudian dilanjutkan dengan pembersihan sungai, sekarang kami lakukan gerakan pembersihan pantai.
Sampah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut langsung dipilah. Sampah-sampah organik akan diolah menjadi kompos. Sementara sampah plastik dibawa ke Bank Sampah Induk (BSI). Khusus sampah residu langsung dibuang ke TPA Bengkala. (*)
Editor : Eka Prasetya