SINGARAJA-Polres Buleleng melakukan simulasi Pengamanan (Pam) Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Jumat (26/1) pagi di halaman Mapolres Buleleng.
Simulasi ini, kata Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi, bertujuan untuk memberikan gambaran kepada anggota yang melaksanakan Pam TPS.
"Simulasi ini memberikan gambaran pengamanan TPS kepada anggota, baik pengamanan pemungutan suara hingga situasi lainnya. Agar anggota tidak ragu mengambil langkah pencegahan," jelasnya usai simulasi.
AKBP Widwan mengatakan untuk Kabupaten Buleleng tidak ada daerah yang sangat rawan. Hanya daerah rawan, itu pun tercatat hanya 10 TPS rawan.
Kerawanan yang dimaksudkan berkaitan dengan geografis bukan kamtibmas. Seperti jalan menuju TPS yang hanya bisa dilalui sepeda motor. Hingga yang harus dijangkau cukup jauh.
"Contohnya, di salah satu wilayah di Kubutambahan, TPS hanya bisa dilalui sepeda motor karena jalannya kecil, licin," ujarnya.
Rencananya, dari kepolisian akan mengirimkan anggota pengamanan ke TPS dua hari sebelum pemungutan suara.
Agar anggota Pam TPS dapat mengenali dan mengetahui lokasi serta berkomunikasi dengan linmas dan KPPS, sehingga bisa memetakan pengamanan.
Jumlah personel di masing-masing TPS bergantung pola pengamanan. Kalau TPS kategori aman, maka satu anggota polisi untuk tiga TPS. Sedangkan TPS kategori rawan, maka satu anggota polisi untuk satu TPS.
"Penekanan kepada anggota Pam TPS, jangan berswafoto, mengarahkan memilih calon tertentu, hingga hanya berada di ring 3 TPS untuk melakukan pengamanan," tegas AKBP Widwan.
Pihaknya menegaskan, akan menjatuhkan sanksi bila ada anggota yang terbukti melanggar. Baik pelanggaran disiplin maupun kode etik. ***
Editor : Donny Tabelak