SINGARAJA-Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Buleleng belakangan ini sempat membuat air menggenangi ruas jalan di Kota Singaraja.
Untuk diketahui, di Kota Singaraja tercatat ada sepuluh titik yang sering menjadi langganan genangan air bila hujan turun. Namun kini, dari sepuluh titik sudah terpangkas menjadi dua titik saja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan menghadapi musim hujan di tahun 2024 ini, pihaknya memiliki strategi guna mengurangi titik genangan air di ruas jalan Kota Singaraja.
Adiptha menjelaskan pihaknya mempunyai strategi khusus dalam meminimalisir langganan titik genangan air di jalan perkotaan, dengan melibatkan 200 orang personel drainase dan bina marga untuk membersihkan sampah yang tersangkut di saluran drainase maupun sungai. Tak hanya sebelum hujan, tetapi juga sesudah hujan.
Dengan melibatkan ratusan personel itu, Dinas PUTR Buleleng juga menyiapkan tiga skema sekaligus. Yakni membersihkan sungai sebelum hujan, angkut sumbatan sampah saat hujan, dan membersihkan sisa sampah saat selesai hujan.
Lalu bagaimana hasilnya? Adiptha mengatakan bila skema ini dinilai sangat efektif, sehingga air tidak tergenang dalam waktu yang lama saat hujan datang. Yang berujung pada titik genangan yang hanya tersisa dua dari sepuluh titik genangan air di ruas jalan Kota Singaraja.
“Skema ini sangat efektif. Sehingga mampu memangkas titik genangan air yang ada, dari sebelumnya sepuluh titik kini hanya menyisakan dua titik saja, yaitu di Jalan Anggrek dan Kenanga," jelasnya pada Sabtu (3/2).
Meski berhasil pangkas titik genangan air, tetapi Adiptha tetap mengatakan bila peran masyarakat dalam meminimalisir banjir juga jadi perhatiannya.
Meski banyak masyarakat yang sudah sadar pentingnya menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai.
Tetapi masih banyak ditemukan sampah besar seperti kasur, batang kayu besar yang membuat saluran sungai dan drainase menjadi tersumbat yang menyebabkan air meluap ke jalan.
“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Agar tidak menyebabkan banjir,” lanjutnya.
Adiptha melanjutkan, dalam mengatasi banjir Dinas PUTR juga bersinergi dengan DLH Buleleng, BPBD Buleleng, Dinas PMD Buleleng, aparat desa, hingga masyarakat. Ini tentu menjadi bukti pemerintah dan masyarakat yang hadir bersama untuk mengatasi permasalahan.
Disinggung mengenai penanganan banjir di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak yang terjadi beberapa hari lalu, Adiptha mengungkapkan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Daerah dan Dinas PUPRKIM Provinsi Bali.
Kedua lembaga tersebut yang mempunyai kewenangan atas jalan nasional yang melintas di Desa Pemuteran untuk membahas dan menentukan solusi dari permasalahan banjir yang sering terjadi di sana. ***
Editor : Donny Tabelak