SINGARAJA-Kisah menarik tersaji di Bulan Bahasa Bali VI tahun 2024 yang diselenggarakan Desa Adat Buleleng.
Kegiatan yang biasanya diikuti oleh peserta mayoritas beragama Hindu, tetapi di Desa Adat Buleleng ada satu peserta yang beragama Muslim.
Pada Bulan Bahasa Bali VI di Desa Adat Buleleng, dilakukan lomba nyurat aksara Bali yang berlangsung pada Rabu (7/2) pukul 09.00 WITA di Wantilan Desa Adat Buleleng.
Pesertanya, merupakan siswa Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari banjar adat yang berada di wilayah Desa Adat Buleleng.
Tak kalah dengan peserta lainnya, Qiena Fikra Agustin peserta lomba yang berasal dari Kampung Singaraja yang beragama Muslim, terlihat cukup fasih dalam menulis aksara Bali yang disalinnya dari aksara latin yang telah disiapkan panitia.
Selain peserta dari Kampung Singaraja, ada juga dari Kampung Bugis dan Kampung Kajanan yang hadir meskipun masih diwakilkan oleh pihak kelurahan, karena belum ada siswa yang bisa diikutkan dalam lomba.
“Peserta sangat antusias mengikuti lomba nyurat aksara Bali. Pesertanya dari 14 banjar adat, satu banjar adat satu peserta. Juga ada satu peserta beragama Muslim yang ikut dalam lomba ini. Dia sangat antusias meskipun dari kelurahan Muslim,” ujar Ketua Panitia Bulan Bahasa Bali VI Desa Adat Buleleng, Luh Desy Natalia.
Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna menyambut baik adanya peserta yang berasal dari Kampung Singaraja. Yang tujuan utamanya mempertahankan budaya, juga membangkitkan kembali rasa cinta terhadap budaya di kalangan generasi penerus.
Menurut Sutrisna, dengan ikutnya peserta dari non Hindu yang tinggal di Bali, tentu menjadi kebanggan tersendiri. Ini menjadi tanda bahwa mereka mau belajar dan mengenal budaya di Bali, sebagai tempat mereka tinggal.
“Kami sangat welcome dengan ikut sertanya teman-teman dari Kelurahan Kampung Singaraja, Kampung Bugis, dan Kampung Kajanan yang ikut dalam lomba nyurat aksara Bali ini. Itu menjadi hal membanggakan bagi kami karena mereka tinggal di Bali dan mengenal dan membaca aksara Bali,” ujar Sutrisna.
Dengan ikut sertanya mereka pertama kali dalam kegiatan ini, lanjut Kelian Desa Adat Buleleng, mereka diajak untuk bersatu untuk menjaga dan mempertahankan budaya Bali.
“Mudah-mudahan di tahun 2025, lebih banyak yang ikut serta. Kami welcome untuk mengajak saudara-saudara kami menulis aksara Bali yang baik dan benar,” pungkas Sutrisna.
Lomba nyurat aksara Bali dalam rangka Bulan Bahasa Bali VI di Desa Adat Buleleng melibatkan tiga juri yang berasal dari luar Desa Adat Buleleng. Keluar sebagai juara yakni juara 1 Luh Putu Sri Widiani, juara 2 Putu Diah Manik Aryantini, dan juara 3 diraih oleh I Made Premardana Vinayaka.***
Editor : Donny Tabelak