SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Program vasektomi alias KB steril bagi para pria, rupanya sangat minim peminat.
Khusus di Kabupaten Buleleng, jumlah pria yang berminat mengikuti program operasi steril itu bisa dihitung dengan jari.
Pemerintah pun pasang strategi baru, agar minat vasektomi bagi pria di Buleleng bisa tumbuh. Salah satunya dengan memberikan insentif.
Sejak tahun 2020 hingga tahun 2022, tidak ada satupun pria di Buleleng yang bersedia mengikuti program operasi steril.
Padahal saat itu Pemkab Buleleng melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Buleleng telah menggencarkan sosialisasi. Pemerintah juga selalu menyiapkan anggaran untuk vasektomi.
Namun program itu baru berhasil terlaksana pada tahun 2023 lalu. Saat itu ada 2 orang warga yang bersedia mengikuti program vasektomi.
Kepala Dinas P2KBP3A, Nyoman Riang Pustaka mengakui minat warga terhadap program vasektomi sangat minim.
Padahal pemerintah tiap tahun selalu menyiapkan program vasektomi secara cuma-cuma. Bahkan pemerintah juga menyiapkan insentif pada masa pemulihan pasca-operasi.
“Tapi ya peminatnya memang minim sekali. Tahun lalu hanya ada 2 orang yang ikut,” kata Riang saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/2/2024).
Riang menjelaskan, tiap tahun penyuluh KB selalu turun ke warga, terutama pria produktif. Penyuluh memberikan sosialisasi tentang vasektomi serta pendekatan. Namun upaya itu selalu mental. Warga tetap enggan mengikuti program vasektomi.
“Alasannya macam-macam. Ada yang beralasan kalau istrinya sudah pakai kontrasepsi. Ada juga yang masih terjebak dengan asumsi bahwa setelah vasektomi, pria tidak bisa lagi memberi nafkah batin. Padahal faktanya vasektomi tidak ada pengaruh dengan hal itu,” ujarnya.
Tahun ini pemerintah kembali membuka program vasektomi bagi pria Buleleng yang berminat menjalani operasi steril.
Pemerintah juga akan memberikan insentif bagi pria yang bersedia mengikuti vasektomi. (*)
Editor : Eka Prasetya