SINGARAJA-Meskipun memiliki keterbatasan, tetapi tak menyurutkan siswa-siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk mengikuti lomba Bulan Bahasa Bali VI 2024. Kegiatan ini berlangsung sejak Selasa (13/2) sampai Kamis (15/2) SLB Negeri 1 Singaraja.
Berbagai lomba diikuti siswa-siswi ini, seperti lomba mewarnai, menulis aksara, mapidarta, masatua, hingga gending Bali. Yang diikuti sebanyak 138 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA juga guru dan pegawai yang tergabung di SLB Negeri 1 Singaraja.
Kepala SLB N 1 Singaraja, Made Winarsa mengatakan bila berbagai lomba yang diikuti anak-anak berkebutuhan khusus ini menyesuaikan dengan kondisi mereka. Seperti siswa tunanetra yang mengikuti lomba gending Bali, siswa tuna wicara mengikuti mengikuti lomba mewarnai dan menulis aksara Bali, dan tuna daksa mengikuti lomba masatua Bali.
“Berbeda dengan tuna grahita, mereka mengikuti gending Bali, juga permainan tradisional. Tetapi tidak dilombakan, hanya tampil saja. Setiap lomba menyesuaikan dengan kondisi dan kelebihan mereka,” kata Winarsa dikonfirmasi pada Jumat (16/2) sore.
Ia menjelaskan, kegiatan rutin tiap bulan Februari ini dilaksanakan, sebagai upaya memaksimalkan potensi anak berkebutuhan khusus di sana. Sehingga mereka mampu mengembangkan potensi dan bakatnya. Tentu, ini berujung pada meningkatnya rasa percaya diri mereka.
Winarsa menyebutkan, bila yang mengikuti kegiatan lomba ini tidak hanya siswa yang beragama Hindu saja, melainkan siswa lainnya yang non-Hindu, yang mengenyam pendidikan di SLB Negeri 1 Singaraja.
Disinggung mengenai teknik mengajar Bahasa Bali di SLB, Winarsa mengakui bila pihaknya memerlukan teknik khusus dalam penyampaian materi, mengingat siswa-siswi SLB dalam kondisi berkebutuhan khusus.
Selain itu, Winarsa mengatakan saat ini belum ada buku Bahasa Bali yang memiliki braille. Meskipun begitu, untuk memberikan pemahaman, sudah dibantu dengan teknologi seperti menggunakan handphone dan laptop.
“Belajarnya kini menyesuaikan dengan digitalisasi, selain menggunakan huruf braille. Sampai tongkat bantu jalan juga kini sudah ada sensornya,” ungkapnya. ***
Editor : Donny Tabelak