Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Staf DLH Buleleng Menabung Sampah, Hasilnya Jadi Buah hingga Emas

Eka Prasetya • Sabtu, 24 Februari 2024 | 05:40 WIB
DAPAT DURIAN: Para nasabah Bank Sampah Unit (BSU) Bima Resik di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng mendapat bonus buah durian karena berhasil menjadi nasabah dengan tabungan terbanyak.
DAPAT DURIAN: Para nasabah Bank Sampah Unit (BSU) Bima Resik di Dinas Lingkungan Hidup Buleleng mendapat bonus buah durian karena berhasil menjadi nasabah dengan tabungan terbanyak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng punya cara sendiri, agar pegawainya tetap konsisten mengelola bank sampah.

Setiap instansi di Pemkab Buleleng sebenarnya memiliki Bank Sampah Unit (BSU). Namun tidak seluruhnya konsisten.

Ada yang konsisten berjalan setiap pekan, ada yang konsisten berjalan dua pekan sekali. Namun ada juga yang hangat-hangat tahi ayam.

Salah satu yang konsisten adalah BSU Bima Resik. Bank sampah ini bermarkas di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng yang beralamat di Kelurahan Banyuning, Buleleng.

Para pegawai disana rutin menabung sampah plastik setiap pekannya. Sampah-sampah yang terkumpul di rumah, dibawa ke BSU Bima Resik pada hari Jumat setiap pekannya.

Jenisnya bermacam-macam, mulai dari gelas plastik, botol plastik, label plastik, kresek, bahkan tutup botol plastik juga dibawa. 

Sampah yang terkumpul kemudian ditabung dan selanjutnya dikonversi dengan nominal uang.

Mereka berhak mencairkan tabungannya dalam bentuk uang tunai. Pencairan tabungan pun bisa dilakukan setiap pekan.

Hanya saja kali ini tabungan dicairkan dalam bentuk buah-buahan dan sembako. 

Seluruh buah-buahan itu rencananya digunakan untuk hari raya Galungan dan Kuningan.

Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 400 kilogram buah yang disiapkan. Buah-buahan itu terdiri dari apel, jeruk, salak, dan anggur. Belum termasuk dodol serta sayur mayur. 

Antusiasme yang tinggi menyebabkan 204 orang nasabah bank sampah menyerbu stand bazar buah yang dibuka di sisi barat DLH Buleleng. Ratusan kilogram buah itu ludes dalam waktu singkat.

Kepala DLH Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, seluruh pegawai DLH Buleleng diminta menjadi nasabah Bank Sampah Unit Bima Resik. 

Tahun lalu, mereka mencairkan tabungan dalam bentuk uang tunai. Namun sejak Galungan pada Agustus 2023 lalu, nasabah sepakat mencairkan tabungan dalam bentuk buah-buahan.

Alasannya, buah-buahan itu dibutuhkan untuk keperluan hari raya. Selain itu mencairkan tabungan dalam bentuk buah-buahan juga membantu para pedagang buah-buahan di Buleleng.

“Jadi sampah dikumpulkan, kemudian menjelang Galungan ada bazar buah dan sembako. Kami libatkan pedagang lokal, jadi ada dampak ekonomi yang juga dirasakan pedagang,” kata Melandrat, Jumat (23/2/2024).

Melandrat mengatakan, manajemen bank sampah mengelola sampah-sampah yang terkumpul dengan pola tertentu. Sampah tersebut ada yang diolah, didaur ulang, ada pula yang dijual kepada pihak ketiga untuk pengolahan lebih lanjut.

Pengelolaan sampah itu ternyata memberikan keuntungan bagi BSU, juga memberikan keuntungan bagi pegawai yang menabungkan sampahnya. Karena sampah mereka ternyata memiliki nilai ekonomi.

Tak sampai di sana, nasabah-nasabah yang mengumpulkan sampah dengan volume terbanyak mendapat apresiasi khusus. Mereka mendapat kepingan emas dari PT Pegadaian, yang nilainya mencapai ratusan ribu rupiah.

Melandrat berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi bank sampah unit lainnya, terutama yang berada di Pemkab Buleleng, untuk mengadopsi pendekatan serupa. 

Ia yakini upaya itu akan membawa manfaat besar bagi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan. (*)

Editor : Eka Prasetya
#bank sampah #dinas lingkungan hidup #dlh buleleng #sampah #buah