SINGARAJA-Ratusan orang mengikuti sembahyang ci suak atau tolak bala pada Sabtu (24/2) yang dimulai sejak pukul 09.30 Wita di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio di Jalan Pulau Flores No. 1, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Sembahyang ci suak merupakan rangkaian dari perayaan Tahun Baru Imlek 2024/2575. Untuk diketahui, Sabtu (24/2) merupakan hari terakhir dari rangkaian Imlek tahun Naga Kayu, yang sebelumnya sudah dimulai sejak Kamis (25/1) lalu.
Perayaan Imlek 2575 di Buleleng terbagi di dua klenteng, yakni di TITD Ling Gwan Kiong di eks Pelabuhan Buleleng dan TITD Seng Hong Bio.
Humas TITD, Ketut Tantra Suryanegara menyebutkan bila sembahyang tolak bala ini diikuti sekitar 200-300 orang.
Pada umumnya, mereka yang sembahyang ci suak merupakan orang yang shio kelahirannya bertentangan dengan shio di tahun ini.
Berdasarkan tradisi Tionghoa pada tahun Naga Kayu ini, lanjut Tantra, ada beberapa shio yang diprediksi mengalami kesialan atau ciong.
Shio tersebut yakni naga dan anjing, yang diprediksi mengalami ciong besar. Serta shio kerbau dan kambing, yang diprediksi mengalami ciong kecil.
“Sembahyang tolak bala atau ci suak diadakan bagi mereka yang ciong atau kurang beruntung pada tahun naga kayu. Jadi menurut diagram, yang berhadapan atau bertentangan dengan naga kayu akan sial. Sehingga diadakan penetralisir melalui sembahnyang tolak bala, agar hal-hal buruk tidak terjadi,” katanya di sela-sela sembahyang ci suak.
Tantra melanjutkan, sembahyang ci suak yang dilakukan cukup sederhana, juga dipandu oleh rohaniawan dari TITD.
Mereka yang hendak melepaskan kesialannya, akan diajak bersembahyang secara berkelompok dimulai dari altar depan, kemudian masuk dan bersembahyang di altar dalam klenteng.
Selanjutnya, mereka diberikan satu piring kecil berisi kacang-kacangan. Kemudian mereka diberikan tirta di luar klenteng, dilanjutkan pemotongan sedikit rambut yang dimasukkan ke dalam amplop angpao untuk dilarung.
Mereka lalu diarahkan untuk mengelilingi bagian depan klenteng sembari membuang kacang ke arah belakang. Selanjutnya, peserta ci suak bisa melepas burung atau makhluk hidup lainya ke alam bebas.
“Lepas burung menjadi simbol untuk melepas sial. Melambangkan memohon panjang umur dengan cara memberikan keselamatan melalui makhluk hidup lainnya. Pada umumnya lepas burung dan ikan, tapi ada juga lepas penyu,” lanjut pria berusia 80 tahun itu.
Untuk diketahui, Imlek 2575/2024 diperingati pada tanggal 10 Februari. Tetapi, perayaan Imlek sudah dilakukan melalui serangkaian kegiatan penyambutan.
Di Kabupaten Buleleng, kegiatan perayaan Imlek sudah dimulai sejak Kamis (25/1) dengan persembahyangan bersama. Dilanjutkan dengan song shen atau sembahyang mengantar dewa naik pada Jumat (2/2).
Lanjut pada Sabtu (3/2) dilakukan pembersihan patung dewa, ornamen, dan altar di klenteng. Lalu pada Jumat (9/2) akan dilakukan sembahyang tutup tahun dan sembahyang tutup tahun atau chu xi.
Kemudian pada Selasa (13/2) akan dilakukan sembahyang menyambut dewa turun atau jie shen. Lalu sembahyang Tuhan Yang Maha Esa pada Sabtu (13/2).
Dan diakhiri dengan sembahyang cap go meh atau yuan xiao jie dan sembahyang tolak bala pada Sabtu (24/2) hari ini. ***
Editor : Donny Tabelak