SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Lebih dari 300 orang pelajar di Buleleng mengincar posisi sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Mereka harus bersaing dengan ketat. Sebab Pemkab Buleleng melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buleleng hanya menyediakan 70 kursi paskibraka.
Para pelamar itu juga harus melalui serangkaian tes di tingkat kabupaten, provinsi, maupun seleksi nasional.
Kepala Kesbangpol Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono mengatakan, hingga batas akhir pendaftaran ada 324 orang pelajar yang melamar.
Setelah pendaftaran, mereka harus mengikuti proses seleksi administrasi. Selain itu ada tes tulis.
“Ada tes tingkat kabupaten, tes di tingkat provinsi. Termasuk tes tulis ini sifatnya tes nasional,” kata Kappa saat ditemui di Lovina, Minggu (3/3/2024).
Setelah proses seleksi administrasi, pihaknya akan melakukan tes computer assisted test (CAT) yang bersifat nasional.
“Ini tes umum yang dilakukan pusat. Jadi pusat juga terlibat dalam proses seleksi ini,” kata Kappa.
Menurutnya soal-soal yang disusun sudah sesuai standar nasional. Soal disusun oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Selanjutnya masih ada serangkaian tes lain. Seperti tes kesehatan, tes kesamaptaan, parade baris berbaris, hingga seleksi kepribadian.
“Target kami bulan Juni itu sudah ada nama-nama yang fix. Selanjutnya bulan Juli sudah mulai proses pelatihan,” demikian Kappa.
Berikut jadwal seleksi Paskibraka di Buleleng:
12-23 Februari 2024: Pendaftaran peserta
4-6 Maret 2024: Seleksi administrasi
13 Maret 2024: Seleksi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan
14 Maret 2024: Seleksi Intelegensi Umum
18-19 Maret 2024: Seleksi kesehatan
20 Maret 2024: Seleksi kesamaptaan, tes parade, dan seleksi peraturan baris berbaris
21 Maret 2024: Tes kepribadian.
Editor : Eka Prasetya