SINGARAJA-Hari Suci Nyepi 1946/2024 yang jatuh pada Senin (11/3) ternyata bertepatan juga dengan hari pertama puasa bagi umat Muslim atau Ramadhan 1445 Hijriyah.
Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna menghimbau agar umat beragama dapat saling menghormati hari besar keagamaan yang jatuh bersamaan.
Mengingat di Desa Adat Buleleng, yang berada di wilayah Kota Singaraja, terdapat 14 banjar adat yang tiga di antaranya merupakan kelurahan yang mayoritas dihuni umat Muslim.
Yakni Kelurahan Kampung Singaraja, Kampung Kajanan, dan Kampung Bugis.
Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi pengamanan dengan pacalang di 14 banjar adat yang ada di Desa Adat Buleleng mengenai dua hari besar umat beragama yang bertepatan.
"Kami sudah koordinasi yang difasilitasi camat, karena tiga kelurahan di Desa Adat Buleleng mayoritas dihuni umat Muslim dan bertepatan juga Nyepi dengan awal puasa," ungkap Sutrisna ditemui pada Jumat (8/3) di Sekretariat Desa Adat Buleleng.
Juga berdasarkan seruan yang dikeluarkan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng Nomor 400.8/02/II/FKUB BLL/2024 yang pada intinya mengharapkan terjadinya kedamaian dan ketentraman saat pelaksanaan Nyepi juga puasa.
Dalam poin 7, diharapkan umat Muslim melaksanakan sholat wajib dan tarawih di rumah ibadah terdekat atau rumah masing-masing. Juga tidak menggunakan pengeras suara dan menggunakan pencahayaan terbatas.
Sutrisna mengharapkan agar umat Muslim mencari masjid terdekat untuk melaksanakan sholat. Dan tidak mencari masjid hingga melewati beberapa desa/wilayah.
"Kami sarankan bentuk kedamaian karena sama-sama menjalankan kegiatan agama. Karena buka puasa pertama ada tarawih, diharapkan mencari masjid terdekat dan tidak menggunakan sound system. Kami juga pasti toleransi dan menghormati, sebagai bentuk kebersamaan kita," sambungnya.
Selain itu, Sutrisna juga sudah melakukan koordinasi dengan Camat Buleleng, Camat Sukasada, Camat Banjar, dan Camat Sawan mengenai pembukaan jalan saat nembak geni.
Pihaknya mengharapkan ada permakluman dari warga di kecamatan tetangga yang ingin melewati jalan di Desa Adat Buleleng, karena akan dibuka pukul 06.00 Wita pada Selasa (12/3).
"Tepat pada ngembak geni, pukul 06.00 Wita baru buka jalan. oleh karena itu saudara kami di luar Kecamatan buleleng yg akan melintasi Kecamatan Buleleng atau kota, kami mohon permakluman sehingga catur brata penyepian berlangsung khidmat dan damai," pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak