SINGARAJA-Pihak kepolisian saat ini tengah memanggil satu per satu masyarakat atau pelaku peristiwa yang terlibat dalam bentrokan.
Seperti diketahui, bentrokan antar warga terjadi di Simpang Tiga Dusun Bukit Sakti, Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng pada Minggu lalu (10/3) sekitar pukul 16.30 Wita.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan bila pelaku peristiwa di kedua belah pihak akan dilakukan pemanggilan terlebih dahulu di Polsek Seririt.
Padahal sebelumnya, ada rencana memediasi antara Dusun Sorga dengan Dusun Bukit Sakti setelah Hari Suci Nyepi 1946/2024.
“Sore ini (Selasa), Polsek Seririt rencana melakukan pemanggilan dulu kepada kedua belah pihak. Kalau mediasi, akan dilakukan setelah pemanggilan,” ujar AKP Diatmika dikonfirmasi pada Selasa (12/3) sore.
Peristiwa bentrokan yang terjadi di Desa Lokapaksa ini diduga terjadi karena ketersinggungan antar warga Dusun Sorga dengan warga Dusun Bukit Sakti, di Balai Banjar Bukit Sakti sekitar pukul 16.30 Wita, saat pengerupukan Nyepi 1946/2024.
Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari kedatangan pemuda Dusun Sorga dengan menaiki mobil bak terbuka berisi sound system ke Balai Banjar Bukit Sakti.
Di sana, ada sejumlah pemuda Dusun Bukit Sakti. Saat itu, terjadi keributan berujung pemukulan antar pemuda ini.
Insiden itu ternyata memicu ketersinggungan antara warga Dusun Sorga dengan Dusun Bukit Sakti. Video keributan ini juga beredar di media sosial.
Polisi yang mengetahui informasi keributan lalu turun ke lokasi sekitar pukul 17.30 Wita.
Saat yang bersamaan, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi bersama pasukan Brimob datang ke lokasi.
Saat itu juga, pemuda Dusun Sorga kembali ke lokasi menaiki mobil yang sama, bahkan berhenti dan turun.
Karena terlanjur emosi, warga Dusun Bukit Sakti lantas memukuli sejumlah pemuda Dusun Sorga. Polisi lantas melerai keributan dan pemukulan yang terjadi.
Dalam video yang beredar, AKBP Widwan bahkan terpaksa mengeluarkan pistolnya untuk menghentikan keributan.
Keributan berhasil diredam sekitar pukul 18.30 Wita. Polisi kemudian mempertemukan kedua belah pemuda dan warga.
Dalam pertemuan itu, Kapolres Buleleng meminta agar warga menahan diri dan tidak melakukan provokasi.
Ia berjanji menindak tegas dan memproses hukum terhadap aksi kekerasan yang terjadi. ***
Editor : Donny Tabelak