Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bentrokan di Desa Lokapaksa Buleleng Saat Pengerupukan Nyepi Berakhir Damai

Francelino Junior • Kamis, 14 Maret 2024 | 02:18 WIB
Kedua belah pihak yang terlibat bentrokan saat pengerupukan Nyepi 2024 usai bertemu Kapolres Buleleng di Mapolres Buleleng. Mereka yang masih satu desa memilih jalur damai.
Kedua belah pihak yang terlibat bentrokan saat pengerupukan Nyepi 2024 usai bertemu Kapolres Buleleng di Mapolres Buleleng. Mereka yang masih satu desa memilih jalur damai.

SINGARAJA-Bentrokan yang terjadi saat pengerupukan Nyepi 1946/2024 di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng berakhir damai.

Keputusan itu diambil kedua belah pihak baik Dusun Sorga dan Dusun Bukti Sakti untuk merajut kembali rasa persaudaraan, apalagi mereka berada dalam satu desa yang sama.

Sebelumnya mereka sudah melakukan perdamaian melalui mediasi di Kantor Desa Lokapaksa pada Selasa (12/3) sore.

Tetapi kemudian mereka menyampaikan perihal perdamaian itu ke Polres Buleleng pada Rabu (13/3) siang, karena sebagian dari mereka sudah diminta keterangan oleh polisi.

Dalam surat pernyataan perjanjian perdamaian itu, masing-masing lima orang dari Dusun Sorga dan Dusun Bukit Sakti sama-sama menyatakan tidak memperpanjang permasalahan yang terjadi saat pengerupukan Nyepi pada Minggu (10/3) lalu. 

Mereka juga berjanji merajut kembali rasa persatuan dan persaudaraan antar banjar/dusun, serta tidak mengulangi kejadian serupa. Jika dikemudian hari melanggar perjanjian, mereka siap menerima konsekuensi dan ditindak secara hukum yang berlaku. 

Surat perjanjian itu ditandatangani kedua belah pihak serta saksi, ditambah Perbekel dan Kelian Desa Adat Lokapaksa. 

Perbekel Desa Lokapaksa, Putu Dodik Tryana mengatakan bila warganya yang terlibat bentrokan sudah menyatakan rasa bersalah mereka, serta menuangkannya dalam surat perjanjian.  

Ia berharap, perjanjian yang sudah dibuat ini setidaknya bisa kembali membangun hubungan yang erat antar warga ke depannya, pasca peristiwa bentrokan antar pemuda dan warga di wilayahnya.

Apalagi, peristiwa ini pertama kali terjadi di Desa Lokapaksa setelah puluhan tahun lalu, terakhir kali desanya terlibat dengan desa tetangga. 

"Kedepan kami akan libatkan pemuda desa, juga yang terlibat dalam peristiwa itu, untuk diajak berkegiatan positif seperti bersih-bersih lingkungan. Sehingga mereka punya pandangan yang lebih baik," ujarnya ditemui di Mapolres Buleleng.

Sementara itu, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi mengatakan pihaknya mengundang kedua belah pihak bersama Pemerintah Desa Lokapaksa untuk melakukan mediasi. Tetapi, pihak yang berkonflik sudah melakukan perdamaian sebelumnya. 

Kepada polisi, lanjut AKBP Widwan, mereka mengatakan tidak ingin melanjutkan permasalahn di desanya ke jalur hukum. Mengingat sejumlah pelaku peristiwa sudah dimintai keterangannya di Polsek Seririt. 

"Kedua belah pihak sudah sepakat tidak meneruskan ke proses hukum, tidak ada melaporkan. Saya juga sudah dengar langsung, mereka berjanji membangun kembali persaudaraan dan tidak mengulangi kembali," ujar Kapolres Buleleng.

Ia mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan bila ternyata kedua belah pihak sudah berdamai. Justru mengapresiasi gerak cepat pihak yang berkonflik serta pemerintah desa. Karena polisi, lanjut AKBP Widwan, bertugas memastikan dan mengawal rasa aman di tengah masyarakat.

 "Kami juga sudah lakukan penjagaan pasca peristiwa di Desa Lokapaksa hingga selesai pengerupukan. Ini mencegah kekhawatiran masyarakat, mengenai bentrokan-bentorkan susulan," sambungnya.

Sebelumnya, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 Wita karena ketersinggungan antar warga Dusun Sorga dengan warga Dusun Bukit Sakti, di Balai Banjar Bukit Sakti sekitar pukul 16.30 Wita, saat pengerupukan Nyepi 1946/2024. 

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari kedatangan pemuda Dusun Sorga dengan menaiki mobil bak terbuka berisi sound system ke Balai Banjar Bukit Sakti. Di sana, ada sejumlah pemuda Dusun Bukit Sakti.

Saat itu, terjadi keributan berujung pemukulan antar pemuda ini. Insiden itu ternyata memicu ketersinggungan antara warga Dusun Sorga dengan Dusun Bukit Sakti. Video keributan ini juga beredar di media sosial. 

Polisi yang mengetahui informasi keributan lalu turun ke lokasi sekitar pukul 17.30 Wita. Saat yang bersamaan, Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi bersama pasukan Brimob datang ke lokasi.

Saat  itu juga, pemuda Dusun Sorga kembali ke lokasi menaiki mobil yang sama, bahkan berhenti dan turun.

Karena terlanjur emosi, warga Dusun Bukit Sakti lantas memukuli sejumlah pemuda Dusun Sorga. Polisi lantas melerai keributan dan pemukulan yang terjadi.

Dalam video yang beredar, AKBP Widwan bahkan terpaksa mengeluarkan pistolnya untuk menghentikan keributan. Keributan pun berhasil diredam sekitar pukul 18.30 Wita. ***

Editor : Donny Tabelak
#Polres Buleleng #desa lokapaksa #nyepi #bentrokan