Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cuaca Ekstrem di Buleleng, Ancaman Pohon Tumbang Meningkat

Eka Prasetya • Jumat, 15 Maret 2024 | 01:09 WIB
POHON TUMBANG: BPBD Buleleng memotong batang pohon yang tumbang hingga menutupi jalan raya.
POHON TUMBANG: BPBD Buleleng memotong batang pohon yang tumbang hingga menutupi jalan raya.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Cuaca ekstrem yang melanda Buleleng sejak Sabtu (9/3/2024) meningkatkan risiko bencana alam.

Bencana alam yang rentan terjadi ialah pohon tumbang, angin puting beliung, hingga tanah longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat setidaknya ada 30 peristiwa pohon tumbang di penjuru Buleleng.

Bahkan salah satu insiden pohon tumbang merusak mobil warga yang kebetulan tengah melintas di Jalan Raya Denpasar-Seririt via Desa Munduk.

Warga pun dihimbau meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat melintas di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, karena rentan terjadi pohon tumbang dan tanah longsor.

Pada Kamis (14/3/2024) peristiwa pohon tumbang kembali terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Buleleng.

BPBD Buleleng sebenarnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem. Diprediksi cuaca ekstrem masih akan terjadi pada hari ini.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi merupakan dampak dari perubahan musim.

“Sekarang sedang transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Sehingga terjadi cuaca ekstrem berupa angin kencang. Dampaknya rentan terjadi puting beliung, pohon tumbang, gelombang pasang, termasuk tanah longsor,” kata Ariadi.

Ariadi menghimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Terutama saat terjadi hembusan angin kencang.

Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, Jalan Raya Singaraja-Kintamani, maupun Jalan Raya Seririt-Denpasar.

“Warga masyarakat Buleleng yang menggunakan jalur Singaraja-Denpasar, terutama di daerah Gitgit, Wanagiri, termasuk juga daerah Pancasari untuk berhati-hati apabila melaksanakan aktivitas atau menggunakan jalur lalu lintas karena ada potensi pohon tumbang atau juga potensi tanah longsor,” ucapnya

Menurut Ariadi, hingga beberapa hari mendatang Buleleng masih diprediksi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang diikuti dengan hembusan angin kencang. 

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Buleleng juga telah menyiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul sementara di lokasi yang rawan terjadi longsor dan banjir. (*)

Editor : Eka Prasetya
#pohon tumbang #bpbd buleleng #tanah longsor #buleleng #cuaca ekstrem