Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cegah Demam Berdarah Dengue, Dinkes Buleleng Fogging ULV

Francelino Junior • Kamis, 28 Maret 2024 | 03:05 WIB

 

Dinkes Buleleng lakukan fogging ULV untuk mencegah penyebaran penyakit DBD di Bali utara.
Dinkes Buleleng lakukan fogging ULV untuk mencegah penyebaran penyakit DBD di Bali utara.

SINGARAJA-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng melakukan fogging (pengasapan) menggunakan mesin Ultra Low Volume (ULV).

Fogging ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Buleleng.

Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto menyebutkan bila kegiatan antisipasi peningkatan kasus DBD di Buleleng, berlangsung mulai Selasa (26/3) dimulai di Kelurahan Banjar Tegal, Kecamatan Buleleng sampai Minggu (26/5) di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak.

“Kalau kita melihat pola DBD dari tahun ke tahun, di bulan Januari-Maret terjadi peningkatan kasus. Sehingga upaya kita mencegah makin meningkatnya DBD di Buleleng, dengan fogging ULV,” katanya dikonfirmasi pada Rabu (27/3) siang.

Sucipto menjelaskan jika fogging ULV lebih berdampak positif untuk lingkungan dan ekosistem, ketimbang menggunakan fogging biasa. 

Tercatat, ada 27 desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Buleleng yang menjadi sasaran fogging ULV ini.

Sebanyak 20 desa/kelurahan di Kecamatan Buleleng, yakni Kelurahan Banjar Tegal, Banyuasri, Kaliuntu, Kampung Anyar, Kampung Bugis, Kampung Kajanan, Kampung Baru, Banjar Bali, Banjar Jawa, Astina, Kendran, Paket Agung, Kampung Singaraja, Banyuning, dan Penarukan.

Kemudian Desa Baktiseraga, Desa Tukad Mungga, Desa Pemaron, Desa Kalibukbuk, dan Desa Anturan.

Selanjutnya tiga desa di Kecamatan Gerokgak, yakni Desa Patas, Desa Gerokgak, dan Desa Celukan Bawang. Lalu dua desa di Kecamatan Sukasada, yakni Desa Panji dan Desa Kayu Putih Melaka.

Terakhir ada Desa Kerobokan di Kecamatan Sawan, dan Desa Kaliasem di Kecamatan Banjar.

“Yang kami sasar ini, sebelumnya sudah kami lakukan penyelidikan secara epidemiologi. Jadi wilayah yang punya kecenderungan terjadinya kasus DBD, kami sasar fogging ULV,” lanjut Sucipto.

Kepala Dinkes Buleleng ini menyebutkan bahwa sekali turun, pihaknya melibatkan tiga sampai empat orang petugas, tergantung dengan situasi di lapangan. Sedangkan mesin ULV milik Dinkes Buleleng hanya ada satu.

Fogging ULV Dinkes Buleleng, dilakukan mulai pukul 02.00-06.00 Wita.

Sucipto menerangkan bahwa pemilihan waktu sudah sesuai dengan regulasi dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena lebih efektif membunuh nyamuk saat malam hari.

“Jadi fogging ULV ini memang paling efektif malam hari. Kami sudah sosialisasikan dan bersurat serta berikan pemahaman ke masyarakat, ini langkah upaya cegah DBD,” pungkasnya.

Untuk diketahui, DBD awal tahun 2024 di Kabupaten Buleleng ternyata naik turun.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, tercatat ada 272 orang yang mendapat perawatan akibat DBD sejak bulan Januari sampai Maret 2024.

Jika dirinci per bulan, maka pada Januari tercatat ada 82 kasus, Februari tercatat ada 99 kasus, dan pada Maret sudah tercatat ada 91 kasus. Meski terkesan meningkat, tetapi dibandingkan dengan data DBD pada bulan Januari-Maret 2023, tercatat ada 381 kasus.

Masih dengan data Dinkes Buleleng, tercatat ada 10 desa dengan kasus terbanyak DBD sejak Januari-Maret 2024, yakni Desa Patas (20 kasus).

Desa Kalibukbuk (14 kasus), Desa Kayu Putih (13 kasus), Desa Kaliasem (13 kasus).

Desa Anturan (12 kasus), Desa Pemaron (11 kasus), Desa Panji (11 kasus), Desa Kerobokan (9 kasus), Desa Gerokgak (7 kasus), dan Desa Celukan Bawang (6 kasus). ***

Editor : Donny Tabelak
#fogging #dbd #demam berdarah dengue #diskes buleleng