SUKASADA, RadarBuleleng.id - Warga yang mukim di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada melakukan aksi protes pada pemerintah.
Warga melakukan aksi tanam pohon pisang di Jalan Pratu Subrata, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada.
Jalan tersebut dalam kondisi rusak, setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Warga pun kian resah karena tidak pernah ada perbaikan.
Sebenarnya ruas jalan tersebut dulunya terpelihara. Kebetulan saat itu ada anggota DPRD Buleleng yang tinggal di kawasan tersebut.
Sayangnya sejak politis itu gagal masuk sebagai anggota parlemen, kondisi jalan justru diabaikan.
Salah seorang warga, I Nyoman Sedhana menuturkan, kerusakan jalan itu setidaknya sudah terjadi sejak 10 tahun terakhir.
Warga sudah menempuh berbagai upaya. Mulai dari melapor melalui kepala lingkungan, melapor lewat kelurahan, maupun mengadu pada camat. Namun semuanya tidak membuahkan hasil.
Warga pun berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya. Proses perbaikan swadaya dilakukan bertahap sejak tahun 2021 lalu.
Hanya saja perbaikan swadaya hanya bertahan beberapa bulan saja. Setelah itu jalan kembal rusak.
“Terus terang saja, kami sudah tidak mampu lagi melakukan swadaya perbaikan. Kami sudah berkali-kali swadaya,” kata Sedhana.
Merasa kecewa perbaikan tak kunjung dilakukan, warga akhirnya melakukan aksi penanaman pisang.
“Bisa dibilang kami kecewa. Kami sudah melapor lewat berbagai jalur yang ada, tapi diabaikan. Kami terpaksa melakukan aksi ini,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kerusakan jalan yang terjadi di kawasan tersebut.
Adiptha berharap warga bisa bersabar. Karena pemerintah memerlukan waktu untuk melakukan perbaikan.
“Segera kami lakukan perbaikan. Untuk sementara mungkin perbaikan sementara saja lewat pemeliharaan rutin,” kata Adiptha. (*)
Editor : Eka Prasetya