SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) mengusulkan tambahan wifi gratis di Buleleng kepada Pemprov Bali.
Usulan itu disampaikan sengaja disampaikan pada Pemprov Bali. Harapannya program Bali Smart Island (BSI) bisa makin luas.
Saat ini program BSI di Buleleng telah mencakup sebanyak 297 titik. Baik itu di kawasan wisata, desa adat, maupun lokasi pelayanan publik.
Hanya saja, masih ada sekitar 40 titik lagi yang masih memerlukan tambahan akses wifi gratis dari pemerintah.
Kepala Dinas Kominfo Santi Buleleng, ketut Suwarmawan mengatakan, titik tersebut sebenarnya lokasi lama.
Namun pada tahun ini titik-titik tersebut diputus sementara karena ada pengurangan anggaran dari program BSI Pemprov Bali.
Alasan yang disampaikan pun sebenarnya cukup subjektif. Yakni titik wifi dinilai tidak efektif dan jarang dipakai, sehingga diputus sementara.
Padahal bagi Pemkab Buleleng, titik wifi itu sangat vital bagi masyarakat. Karena mendukung proses komunikasi, pengembangan ekonomi, hingga pembelajaran.
“Kami usulkan lagi. Mudah-mudahan usulan kita bisa diakomodir semuanya. Paling tidak diberikan tambahan untuk ruang dan lokus yang susah dijangkau internet,” kata Suwarmawan saat dihubungi pada Minggu (7/4/2024).
Dari perhitungan untuk menambah 40 titik wifi gratis diperlukan anggaran Rp 1,93 miliar, dengan kecepatan 50 MBps.
Selain lewat program BSI, Dinas Kominfo Santi Buleleng juga menjajaki peluang layanan wifi gratis melalui CSR lembaga swasta.
Sejauh ini sudah ada 62 titik wifi gratis yang dibayar oleh pihak swasta. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya