SINGARAJA-Berkah Lebaran dirasakan lebih indah oleh 57 orang warga binaan Lapas Kelas IIB Singaraja.
Puluhan orang itu mendapatkan remisi khusus Idulfitri 1445 Hijriah.
Remisi ini diberikan langsung kepada warga binaan usai pelaksanaan sholat ied pada Rabu (10/4) pagi di Lapas Singaraja.
Kepala Lapas (Kalapas) Singaraja, I Wayan Putu Sutresna menjelaskan 57 warga binaan itu menerima remisi spesial lebaran, berbeda-beda.
10 orang menerima remisi 15 hari, 43 orang menerima remisi 1 bulan, tiga orang menerima remisi 1 bulan 15 hari, dan 1 orang mendapatkan remisi 2 bulan.
Selain itu, Sutresna mengungkapkan tidak ada warga binaan yang berstatus Warga Negara Asing (WNA) yang mendapatkan remisi.
Begitu juga warga binaan yang mendapatkan remisi khusus langsung bebas.
Ia melanjutkan, sejatinya di Lapas Singaraja ada 71 orang warga binaan yang beragama Islam. Tetapi yang diusulkan hanya 57 orang dengan berbagai pertimbangan dan catatan.
Sedangkan 14 orang lainnya, sebanyak 10 orang masih berstatus tahanan, sementara empat lainnya memiliki catatan dan keterangan tertentu.
“Warga binaan yang terealisasi menerima remisi khusus Idulfitri ini, sesuai dengan usulan yang kami ajukan, yakni sebanyak 57 orang. Paling tinggi remisinya dua bulan,” ujar Sutresna pada Kamis (11/4).
Kalapas Singaraja menjelaskan momen hari besar selalu ditunggu-tunggu para warga binaan.
Lantaran adanya pemberian remisi yang notabene sebagai bentuk apresiasi kepada narapidana, seperti mampu berbuat baik hingga memperbaiki diri untuk kembali menjadi orang yang berguna di masyarakat.
"Tentu dengan pemberian remisi ini, kami berharap warga binaan bisa menjadi lebih baik, serta memberikan kontribusi positif setelah mereka bebas nanti,” tandasnya.
Sekedar informasi, sampai saat ini kapasitas Lapas Singaraja sudah mencapai 301 orang. Jumlah itu masuk dalam kategori over kapasitas, karena jumlah normal untuk tempat ini adalah 100 orang.
Pihak Lapas Singaraja berharap kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk bisa menyediakan lahan agar dapat melakukan pembangunan gedung lapas yang baru. Namun untuk saat ini, mereka menyiasati dengan membangun tempat tidur bertingkat di dalam sel. ***
Editor : Donny Tabelak