SINGARAJA-Menjadi tanaman buah endemik di wilayah Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, jeruk keprok Tejakula mulai dikembangkan bertahap sejak tahun 2009 lalu, pasca diserang virus tanaman Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) sekitar tahun 1980-an.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, I Gede Subudi menyebutkan untuk tahun 2024, Kabupaten Buleleng khususnya Kecamatan Tejakula mendapatkan bantuan bibit jeruk keprok sebanyak 13 ribu bibit dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali
Belasan ribu bibit itu dibagi ke beberapa desa, yakni 4.000 bibit di Desa Les, 5.000 bibit di Desa Tembok, 2.500 bibit di Desa Bondalem, dan 1.500 bibit Desa Sambirenteng.
Kembali ditanamnya jeruk keprok Tejakula lantaran adanya pengkajian sejak tahun 2023 lalu yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unud.
Tentu, hal ini untuk mendukung dan mengembalikan kembali kejayaan jeruk ini di wilayah asalnya, yakni Kecamatan Tejakula.
"Hasil pengkajiannya memang masih ada virus CVPD. Tetapi dengan budidaya tanaman secara sehat, kita harapkan perkembangan jeruk ini bisa terus dilakukan secara bertahap,” katanya dikonfirmasi pada Jumat (12/4) siang.
Subudi melanjutkan, sebenarnya hingga akhir tahun 2023, jeruk keprok Tejakula sudah ditanam di Desa Sembiran, Bondalem, Tejakula, Penuktukan, Sambirenteng, dan Tembok totalnya sekitar 2.446 pohon.
Sedangkan khusus untuk di Kecamatan lain jenis jeruk yang ditanam dominan merupakan jeruk siem Kintamani bukan jenis keprok Tejakula.
"Jeruk keprok Tejakula sudah coba ditanam kembali dalam jumlah terbatas di Desa Penuktukan tahun 2009 lalu tahun 2018 dicoba di Desa Tejakula," sambungnya.
Terpisah, Perbekel Desa Tembok, Dewa Ketut Willy Asmawan menjelaskan pasca menerima 5.000 bibit pada Selasa lalu (2/4), bibit mulai dibagikan kepada masyarakat pada Rabu (3/4), lalu dilakukan pemantauan terhadap budidaya jeruk keprok ini.
Dengan tujuan untuk memastikan perlunya penambahan bibit kedepannya, dalam rangka mengembalikan kejayaan jeruk keprok Tejakula lagi.
Ia meminta kepada masyarakat Desa Tembok yang telah memiliki bibit jeruk ini, untuk berkomitmen dalam melakukan budidaya, tidak hanya sekadar menanam.
Hal ini juga menentukan perkembangan permintaan bibit kembali.
"Pasca dibagikan, akan kami pantau terus perkembangan bibit yang ditanam. Kalau bagus, kemungkinan permintaan bibit akan bertambah lagi,” ujarnya pada Sabtu (6/4) lalu. ***
Editor : Donny Tabelak