SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Saluran drainase di sekitar Pasar Anyar Buleleng kerap tersumbat, sehingga mengakibatkan genangan air.
Kondisi itu terjadi di sejumlah titik. Diantaranya di Jalan Diponegoro, Jalan Sawo, dan Jalan Durian.
Masalah itu memicu sejumlah masalah. Dampaknya pengunjung merasa kurang nyaman gara-gara pasar terkesan jorok. Pedagang pun sulit mendapatkan pembeli.
Pemerintah sebenarnya sudah melakukan berbagai upaya. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mengerahkan petugas yang siaga di sekitar Pasar Anyar Buleleng setiap harinya.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, pihaknya sebenarnya menyiagakan 10 orang petugas drainase tiap harinya.
Petugas drainase itu bertugas melakukan normalisasi saluran drainase di sekitar Pasar Anyar setiap tahunnya.
“Khusus kawasan Pasar Anyar kami tugaskan 2 mandor dengan 10 pekerja setiap hari untuk normalisasi drainase. Selain mengantisipasi banjir yang terpenting menjaga kebersihan agar air limbah dari pasar bisa mengalir maksimal,” ucap Adiptha.
Hanya saja, jaringan drainase di Pasar Anyar Buleleng sudah sangat uzur. Sehingga harus dilakukan pembersihan secara berkala.
Bukan hanya masalah saluran drainase yang sudah uzur, perilaku masyarakat juga sangat menentukan.
Masyarakat masih sering buang sampah sembarangan di saluran drainase tersebut. Sehingga saluran sering tersumbat.
Adiptha mengatakan, pihaknya telah mengusulkan drainase jalan. Sebab drainase tersebut langsung terhubung dengan Pelabuhan Tua Buleleng.
“Kedepannya memang akan lebih difokuskan disana (Diponegoro), untuk menjaga wajah kota. Nanti kita urus bersama Balai Jalan karena aset jalannya masuk jalan nasional. Penanganan nanti kolaborasi untuk optimalisasi saluran di kota Singaraja. Untuk sementara sedimentasinya sebulan sekali diangkat dan dibersihkan,l” ucap Adiptha.
Sementara itu kebersihan Pasar Anyar Buleleng juga didukung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng.
Sejauh ini DLH menempatkan dua kontainer sampah untuk tetap menjaga kebersihan pasar.
Hanya saja penempatan kontainer sampah ini belakangan menjadi polemik dan protes pedagang pasar, karena dinilai penempatannya tidak strategis.
Kepala DLH Buleleng Gede Melandrat dikonfirmasi terpisah memberikan solusi kepada Perumda Pasar sebagai pengelola untuk mengadakan satu armada angkut sampah.
Petugas kebersihan pasar bisa mengangkut sampah dari seluruh pedagang ke transfer depo milik DLH di Kelurahan Banjar Bali atau di transfer depo Banyuasri. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya