Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waduh, Obat di Rumah Sakit dan Puskesmas Sering Kosong, Dewan Buka Suara

Francelino Junior • Selasa, 23 April 2024 | 13:37 WIB

Penyerahan rekomendasi DPRD Buleleng terhadap LKPJ Bupati Buleleng 2023. Di sana, dewan soroti kelangkaan obat di puskesmas dan rumah sakit.
Penyerahan rekomendasi DPRD Buleleng terhadap LKPJ Bupati Buleleng 2023. Di sana, dewan soroti kelangkaan obat di puskesmas dan rumah sakit.
SINGARAJA-Dewan Buleleng menyoroti kelangkaan obat yang ada di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga rumah sakit.

Sorotan ini disampaikan, setelah banyaknya laporan dan informasi dari masyarakat yang sampai ke telinga para wakil rakyat.

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Gede Supriatna mengatakan bila pihaknya bersama dengan anggota DPRD Buleleng lainnya sering mendapatkan keluhan maupun aduan mengenai kelangkaan obat. 

Bahkan obat seperti Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Anti Bisa Ular (ABU) malah susah didapatkan masyarakat di Puskesmas.

Dewan pun menyebut, pengadaan obat yang sudah menggunakan e-katalog, tidak seharusnya terjadi kasus kekurangan obat.

Karena pengadaan obat dengan menggunakan sistem bisa dilakukan jauh-jauh hari.

Bahkan seharusnya ada penyusunan untuk pengadaan obat dalam jangka waktu yang diperlukan. Agar tidak ada kesan saling lempar tanggung jawab.

“Berdasarkan temuan di lapangan langsung oleh teman-teman anggota dewan, juga dapat aduan dan informasi dari masyarakat tentang obat yang langka. Seperti VAR itu,” ujar Supriatna ditemui di Gedung DPRD Buleleng pada Senin (22/4) siang.

Pihaknya pun memberikan rekomendasi kepada Penjabat (Pj) Bupati Buleleng dan Pemerintah Kabupaten Buleleng, dalam Rekomendasi DPRD Kabupaten Buleleng atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Buleleng tahun 2023.

Agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng dapat membuat proyeksi kebutuhan yang lebih cermat, dan mengubah pola pengadaan yang lebih cepat serta tepat. Sehingga kebutuhan obat dapat sesuai.

Dewan juga menyarankan agar rumah sakit umum dan puskesmas dapat lebih meningkatkan komunikasinya. Sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat berjalan baik.

“Kami rekomendasikan agar ada perbaikan ke depan, karena kesehatan penting. Apalagi obat di puskesmas sampai kosong, itu kan suatu hal kurang baik bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” sambungnya.

Selain masalah obat, Supriatna juga akan memastikan kondisi puskesmas yang ada di Kabupaten Buleleng. Untuk mengetahui seberapa parah kondisi fisik bangunan, agar dapat memberikan masukan serta dorongan perbaikan kepada pemerintah kabupaten.

“Tentunya harus kita pastikan dulu, berapa puskesmas yang kondisinya kurang representatif. Nantinya kita dorong agar ada kegiatan perbaikan,” pungkasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#dprd buleleng #puskesmas #Vaksin Anti Rabies #Kelangkaan obat