Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kasus Demam Berdarah Dengue Meningkat, Buleleng Akan Fogging Massal

Francelino Junior • Kamis, 25 April 2024 | 01:20 WIB
Lantaran kasus DBD di Buleleng yang meningkat, kini Pemkab Buleleng berencana melakukan fogging massal guna menekan penyebaran DBD.
Lantaran kasus DBD di Buleleng yang meningkat, kini Pemkab Buleleng berencana melakukan fogging massal guna menekan penyebaran DBD.

SINGARAJA-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng yang terus meningkat, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kini bergerak cepat.

Rencananya, mereka akan melakukan pengasapan nyamuk atau fogging massal dalam waktu dekat.

Rencana ini tercetus pada rapat koordinasi gerak cepat antisipasi wabah DBD di Kabupaten Buleleng pada Rabu (24/4) di Rumah Jabatan Bupati Buleleng.

Dalam rapat itu, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana menegaskan agar kasus DBD di Buleleng tidak semakin meningkat.

Sehingga diperlukan langkah-langkah antisipasi yang tidak hanya melibatkan satu sektor atau dinas saja.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, per tanggal 19 April lalu sudah tercatat kasus DBD kumulatif sebanyak 561.

Selain itu, dari hasil telusur ada sebanyak 77 kasus positif DBD yang langsung mendapatkan penanganan fogging

Hasil rapat koordinasi itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diminta untuk menginstruksikan kegiatan pembersihan dengan berkoordinasi bersama Forkom Perbekel.

Sehingga bisa menggerakkan masyarakat untuk melakukan pembersihan utamanya pada genangan air di desa/kelurahan.

Kemudian Dinas Lingkungan Hidup diminta mengkoordinasikan SKPD yang ada untuk turun melakukan fogging dan pembersihan yang dipusatkan di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng.

Selebihnya, untuk membagi SKPD ke titik lokasi lainnya.

Lalu Dinkes diminta menyiapkan puskesmas sebagai pendamping dalam kegiatan fogging, serta menyiapkan peralatan dan obat yang diperlukan. Juga memastikan alat yang digunakan berfungsi dengan baik.

Kepala Dinkes Buleleng, dr. Sucipto mengatakan kini penanganan DBD di Buleleng dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya dari dinasnya saja.

Bahkan setelah rapat koordinasi itu, ia sudah mengeluarkan surat edaran bernomor 400.7.9.2/ 1790 / IV / 2024 tentang PSN dan Fogging massal di Kecamatan Buleleng.

Dalam surat itu, Dinkes Buleleng meminta kepada Puskesmas Buleleng I, II, dan III untuk membantu memfasilitasi pengambilan bubuk larvasida, yang akan diambil oleh masing-masing desa/kelurahan di puskesmas. 

Fogging akan dilaksanakan di 15 desa/kelurahan dengan kasus DBD tertinggi di Buleleng. Untuk tahap pertama, fogging dilakukan di empat desa di Kecamatan Buleleng, yakni Desa Anturan, Desa Pemaron, Desa Kalibukbuk, dan Kelurahan Banyuasri pukul 06.30 Wita.

“Jadi beberapa wilayah yang kasus DBD dengan kasus yang meningkat menjadi sasaran fogging atau PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Sekarang melibatkan juga dinas lainnya selain kami. Kegiatannya mulai Jumat (26/4) nanti,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (24/4) siang.

Mengingat Dinkes Buleleng sempat melakukan fogging menggunakan mesin Ultra Low Volume (ULV), dalam pencegahan wabah DBD kolaborasi ini akan menggunakan metode fogging biasa juga dengan ULV.

“Yg ULV sudah kami lakukan dan masih berjalan sampai Minggu (26/5). Kalau yang dengan dinas terkait, kombinasi ULV dengan fogging biasa,” sambungnya.

Disinggung mengenai meningkatnya kasus DBD di Buleleng, Sucipto menjelaskan tingginya curah hujan di awal tahun menjadi penyebab terjadinya peningkatan kasus di Buleleng. Ia melanjutkan, hal ini juga tidak hanya terjadi di Buleleng. 

Dari data sejak tanggal 1 Januari sampai tanggal 22 April 2024, Desa Pejarakan menjadi wilayah tertinggi dengan 45 kasus DBD, lalu Desa Patas dengan 31 kasus, kemudian Desa Anturan dengan 27 kasus, Desa Gerokgak 20 kasus, dan Desa Kalibukbuk dengan 19 kasus.

Setelah itu Desa Panji dengan 19 kasus, Desa Celukan Bawang dengan 18 kasus, Desa Pemaron 18 kasus, Desa Kayu Putih 16 kasus, dan Desa Kaliasem 16 kasus.

Selanjutnya Desa Kerobokan 14 kasus, Desa Lokapaksa 13 kasus, Desa Pengulon 12 kasus, Desa Sanggalangit 11 kasus, dan Desa Banyuasri 9 kasus.

Kepala Dinkes Buleleng itu menjelaskan, bila fogging akan dilakukan oleh pihaknya, bila di satu wilayah sudah ada korban yang menderita panas sebanyak tiga orang, dalam kurun waktu satu minggu.

Jika sudah sesuai kriteria, maka pihaknya akan melakukan fogging dengan teknis lima rumah di kiri dan kanan serta depan dan belakang tempat tinggal korban ikut kena fogging. ***

Editor : Donny Tabelak
#celukan bawang #fogging #demam berdarah #dinas kesehatan buleleng