SINGARAJA-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buleleng akan melakukan pendataan Potensi Desa (Podes) tahun 2024.
Pendataan ini penting karena hasilnya menjadi variabel penentu Alokasi Dana Desa (ADD) dari pusat.
Kepala BPS Buleleng, Made Bimbo Abdi Suardika menyebutkan pendataan podes akan berlangsung mulai Rabu (1/5) sampai Kamis (31/5), yang akan dilakukan di 129 desa yang ada di Bali utara. Termasuk dengan 19 kelurahan juga ikut didata potensinya.
Bimbo merinci bahwa yang masuk dalam pendataan terbagi atas tiga kriteria yakni gambaran umum potensi desa, statistik kerawanan desa, dan statistik infrastruktur.
Yang di dalamnya terangkum indikator mulai kependudukan, keuangan dan aset desa, masalah sosial, masalah kesehatan, antisipasi bencana, sampai pendidikan.
“Target pendataan ini untuk dijadikan index desa. Jadi itu variabel penimbang alokasi dana desa dari pusat. Sehingga dengan variabel itu akan ditentukan pengalokasian dananya berapa. Variabel index desa itu sangat dinamis,” ujarnya ditemui pada Kamis (25/4) siang.
Selain menjadi variabel index desa, hasil pendataan podes juga dapat dijadikan bahan kajian pembuatan kebijakan oleh pemerintah kabupaten, serta menjadi kajian pembangunan desa.
Mengingat desa kini merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes).
Dalam prosesnya, Bimbo menjelaskan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Buleleng serta camat-camat, guna menyebarkan kuesioner yang berkaitan.
Selanjutnya bersama dengan mitra survei dan sensus, BPS Buleleng akan melakukan pengutipan data dan wawancara ke narasumber ke desa dan kelurahan.
“Kami koordinasikan dengan Dinas PMD Buleleng dan camat yang akan koordinasi dengan perbekel untuk sebar kuesioner. Nanti kami yang akan lakukan pengambilan datanya ke desa dan kelurahan,” sambungnya.
Dilanjutkan Bimbo, pihaknya yang bekerja sama dengan mitra survei dan sensus, menugaskan 30 orang petugas. Mereka terbagi atas 22 orang pendata lapangan dan delapan pemeriksa lapangan.
“Satu orang petugas akan mengambil data di tujuh desa. Yang jelas mereka masyarakat Buleleng, tetapi dalam bertugas akan lintas desa,” pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak