SINGARAJA-Pasca gedungnya telah siap sejak bulan Desember 2023 lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng meresmikan Unit Pelayanan Otak dan Jantung atau cath lab pada Selasa (7/3) pagi.
Cath Lab RSUD Buleleng atau disebut juga Ruang Brain and Heart Centre, ditujukan menjadi tempat untuk kateterisasi pembuluh darah jantung dan otak, yang merupakan tindakan medis kardiologi dan neurologi yang bersifat diagnostic-therapeutic invasive.
Selain juga sebagai tempat tindakan pencegahan dan pengobatan.
Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengharapkan Cath Lab RSUD Buleleng dapat memberikan pelayanan yang lengkap. Apalagi, unit ini tidak banyak rumah sakit yang memiliki.
“Bersyukur Buleleng ke depan setapak demi setapak meningkatkan mutu pelayanan kesehatan,” ujarnya usai peninjauan.
Pihaknya juga meminta agar pelayanan di cath lab ini bisa difasilitasi oleh BPJS Kesehatan. Sehingga dapat mengakomodasi semua golongan masyarakat.
“Saya minta BPJS Kesehatan agar ini bisa ditanggung. Sehingga kita bisa layani pada golongan apapun,” sambungnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha menyebutkan cath lab-nya mampu menangani pasien hingga empat kasus per harinya. Baik yang terjadwal, maupun yang pasien yang sifatnya gawat darurat.
Apalagi di RSUD Buleleng per harinya selalu mendapatkan pasien stroke dan serangan jantung sebanyak tiga sampai empat orang.
RSUD Buleleng yang menjadi rujukan di Bali utara, membuat tempat ini selalu penuh.
Saat ini, unit tersebut sudah memiliki dua ahli intervensi. Tetapi kedepannya untuk pengembangan, diperlukan lagi staf ahli.
Karena cath lab masih melayani intervensi non bedah, tapi nantinya akan berkembang ke intervensi bedah yang membutuhkan ahli di bidang bedah.
“Kita saat ini punya ahli intervensi jantung satu orang, dan ahli intervensi otak satu orang. Ke depan akan kita kembangkan,” sebutnya.
Menurut Arya Nugraha, pasien yang menggunakan layanan kateterisasi memiliki tingkat kesembuhan tinggi.
Katanya, dari yang lumpuh sampai gagal jantung bisa menjadi sembuh dan normal, tanpa ada tanda-tanda pernah mengalami sakit parah.
“Jadi ada loncatan yang sangat penting dan baik untuk kurangi tingkat kematian dan kesakitan. Jadi yang lumpuh bisa sembuh, gagal jantung jadi sehat,” lanjutnya.
Kedepannya, cath lab ini tidak hanya untuk pelayanan kesehatan otak dan jantung, tapi bisa juga untuk melayani cuci darah dan penghilangan penyumbatan pembuluh darah.
Ia berharap masyarakat Bali dan Buleleng dapat menggunakan layanan cath lab ini, ketimbang harus berobat ke luar negeri.
“Untuk BPJS Kesehatan masih diajukan, karena ini layanan baru. Dengan adanya cath lab ini, diharapkan pengobatan tidak harus ke luar negeri,” pungkasnya.
Sekedar informasi penyiapan fasilitas pelayanan terpadu ini dibiayai oleh Kementerian Kesehatan RI lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 16 miliar.
Sementara izin untuk operasionalnya juga sudah keluar sekitar bulan Februari 2024 dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) RI. ***
Editor : Donny Tabelak