Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tragedi Kebakaran Sesetan: Sang Kakek Dekap Erat Cucunya

Eka Prasetya • Rabu, 8 Mei 2024 | 20:04 WIB
RUMAH DUKA: Proses pemulangan jenazah korban kebakaran di Sesetan. Kebakaran itu menyebabkan satu keluarga asal Buleleng meninggal.
RUMAH DUKA: Proses pemulangan jenazah korban kebakaran di Sesetan. Kebakaran itu menyebabkan satu keluarga asal Buleleng meninggal.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Kebakaran yang terjadi di Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada Senin (6/5/2024) lalu, menyebabkan satu keluarga asal Buleleng menjadi korban.

Mereka adalah ayah, ibu, dan seorang putra mereka yang baru berusia 2 tahun. Jenazah ketiganya ditemukan dalam kondisi berpelukan di kamar mandi, tempat mereka kost.

Ketiganya adalah Made Ari Sanjaya, 30; istrinya Komang Nopi Mertasari, 26; dan putra mereka, Putu Gede Agus, 2.

Mereka bertiga berasal dari Banjar Dinas Kawanan, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan.

Jenazah ketiganya sempat disemayamkan di Ruang Jenazah RS Prof. Ngoerah Sanglah untuk kepentingan identifikasi. Setelah proses identifikasi tuntas, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Jenazah ketiganya dipulangkan ke rumah duka di Desa Bontihing, Buleleng, menggunakan dua unit armada ambulance. Masing-masing armada ambulance milik RS Prof Ngoerah dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Dinas Sosial Buleleng bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) Provinsi Bali dan Sentra Mahatmiya juga turut membantu proses pemulangan jenazah.

Jenazah keluarga tersebut sampai di rumah duka, pada pukul 21.26, Selasa (6/7/2024) malam.

Kedatangan jenazah keluarga tersebut disambut warga Desa Bontihing. Suasana haru pun menyelimuti saat jenazah diturunkan dari ambulance.

Made Jiwa yang merupakan ayah dari mendiang Made Ari Sanjaya tampak membopong jenazah cucunya, Putu Gede Agus.

Jiwa bersikeras membopong jenazah cucunya, meski warga yang lain menawarkan agar jenazah cucunya dibawa menggunakan brankard ambulance.

Made Jiwa pun berjalan di barisan depan. Dia berjalan sejauh 700 meter dari lokasi ambulance berhenti sampai ke rumahnya.

Kendati harus melewati jalan sempit hingga pematang sawah, Jiwa dengan tabah membopong cucunya yang sudah tidak bernyawa.

Pun saat sampai di rumah duka, Made Jiwa masih mendekat erat jenazah cucunya itu. Jenazah sempat dipangku selama beberapa lama sebelum dimasukkan ke dalam peti.

Jenazah Putu Gede diletakkan Agus diletakkan dalam satu peti bersama dengan jenazah ibunya, Komang Nopi Mertasari. Sementara jenazah Made Ari Sanjaya, dimasukkan dalam peti berbeda.

Made Sari yang notabene ibu dari Made Ari Sanjaya terus menangis. Warga yang melayat berusaha menenangkan Made Sari yang larut dalam kesedihan.

Adik dari mendiang Ari Sanjaya, Nyoman Yogi Mahendra mengungkapkan, keluarga sudah melakukan persiapan di rumah duka sejak Selasa siang, tak lama setelah menerima kabar bahwa Ari Sanjaya bersama istri dan anaknya meninggal dunia akibat kebakaran.

Pihak keluarga menerima kabar bahwa Ari Sanjaya dan keluarganya meninggal pada Selasa (7/5/2024) pagi.

Informasi itu juga telah diketahui pihak desa. Sehingga warga langsung bergerak melakukan persiapan di rumah duka.

Yogi menuturkan, kakaknya sebagai sosok pekerja yang ulet. Dia merantau ke Denpasar selepas SMP.

Mendiang bekerja pada sebuah pabrik pengalengan ikan yang ada di Benoa. Sementara istrinya berjualan

Selama tinggal di Denpasar, mendiang selalu tinggal di wilayah Sesetan. Hanya saja selalu berpindah-pindah kost. Mendiang dan keluarganya baru menghuni kost yang terbakar itu pada Februari lalu.

"Sebelumnya pindah-pindah. Tapi masih di sekitar Sesetan. Rata-rata orang Bontihing yang merantau ke Denpasar, memang kost di Sesetan," ungkap Yogi.

Yogi juga mengungkapkan sang kakak bersama keluarganya terakhir kali pulang kampung saat libur lebaran pada awal April lalu.

Keluarga sama sekali tak menyangka bila Ari dan keluarganya pulang bersama dalam kondisi tidak bernyawa.

"Terakhir komunikasi itu sekitar 2 hari sebelum kejadian. Waktu itu kontak biasa saja, tanya kabar. Sama sekali tidak ada firasat akan ada musibah begini," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di sebuah rumah kost yang terletak di Kelurahan Sesetan, Denpasar, pada Senin (5/5/2024) malam.

Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan sekeluarga meninggal dunia, terdiri dari suami, istri, dan anaknya yang masih balita. Ketiganya merupakan warga Desa Bontihing, Kecamatan Kubtuambahan.

Jenazah ketiganya ditemukan dalam kondisi berpelukan di dalam kamar mandi rumah kost yang mereka huni.

Sejumlah saksi mata kebakaran tersebut mengaku sempat mendengar Teriakan minta tolong dan tangisan anak-anak. Saksi sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun api cepat membesar.

Diduga kebakaran dipicu korsleting listrik. Panel MCB listrik di depan kamar kost korban disebut meleleh dan terbakar. Api yang muncul dari panel MCB menyambar jok sepeda motor milik korban.

Api kemudian menyambar tangki sepeda motor sehingga memicu ledakan. Dampaknya api berkobar di depan kamar kost. Korban bersama keluarganya diduga tidak bisa keluar kamar karena api membesar, sehingga mereka memilih bersembunyi di kamar mandi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#sesetan #kebakaran #Made Ari Sanjaya #bontihing #denpasar #buleleng