Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada! Kemarau Datang, Puluhan Desa di Buleleng Rawan Kekeringan

Eka Prasetya • Senin, 13 Mei 2024 | 01:51 WIB

 

KRISIS AIR: Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng membantu suplai air bersih untuk warga di Desa Gerokgak.
KRISIS AIR: Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng membantu suplai air bersih untuk warga di Desa Gerokgak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Masyarakat di Buleleng harus waspada pada musim kemarau ini. Sebab ada puluhan desa yang terancam kekeringan.

Ancaman kekeringan itu mengintai, karena dari tahun ke tahun, desa-desa tersebut kerap mengalami krisis air bersih.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng pun menghimbau masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih sepanjang musim kemarau. 

Baca Juga: Pariwisata Berkembang Pesat, Bali Selatan Terancam Krisis Air Bersih

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan, bulan ini merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Sejumlah wilayah di Buleleng masih mengalami hujan. Namun beberapa wilayah lain sudah tidak mendapatkan hujan sejak bulan April lalu.

Menurut Ariadi, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak musim kemarau akan berlangsung pada bulan Agustus-September mendatang.  

“Kami menghimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air. Terutama desa-desa yang memiliki potensi kerawanan kekeringan,” ucap Ariadi.

Baca Juga: Warga di Desa Gerokgak Krisis Air, Sumur Semakin Kering

Selain itu, Ariadi juga menyarankan masyarakat menghemat penggunaan air. Memanfaatkan sumber air secara efektif, memperbanyak resapan air dengan biopori dan tidak menutup sepenuhnya tanah dengan beton. 

Masyarakat di kawasan hulu juga diminta melakukan upaya perlindungan sumber air. Caranya tidak menebang pohon sembarangan dan konservasi hutan dengan reboisasi.

Dia juga meminta agar masyarakat menampung air hujan menggunakan tandon air. Sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kemarau.

“Mudah-mudahan tahun ini tidak ada kemarau panjang dan tidak ada tambahan desa rawan kekeringan, karena sejauh ini Dinas PUTR Buleleng juga terus menggencarkan bantuan Pamsimas di desa-desa,” ungkap Ariadi.

Mengacu data BPBD Buleleng, ada 28 desa di 8 kecamatan yang rawan mengalami kekeringan.

Desa-desa itu yakni Desa Sembiran dan Desa Julah di Kecamatan Tejakula. Desa Bukti, Bulian, Bila, Tajun, dan Bontihing di Kecamatan Kubutambahan.

Desa Menyali di Kecamatan Sawan dan  Desa Ambengan di Kecamatan Sukasada. Kemudian Desa Kaliasem, Temukus, Tigawasa, serta Desa Banjar di Kecamatan Banjar.

Selanjutnya ada Desa Unggahan di Kecamatan Seririt. Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod di Kecamatan Busungbiu.

Paling banyak ada di Kecamatan Gerokgak. Yakni Desa Pejarakan, Sumberkima, Pemuteran, Banyupoh, Penyabangan, Musi, Sanggalangit, Gerokgak, Patas, Pengulon, Tinga-Tinga, dan Tukad Sumaga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#air #kemarau #air bersih #kekeringan #buleleng