KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Rencana pembangunan bandara baru di Bali Utara menemui jalan terjal. Terutama dari jalur politik.
Mantan Presiden Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri menegaskan dirinya tidak setuju dengan rencana pembangunan bandara baru di Buleleng.
Rencana pembangunan bandara itu pun terkatung-katung. Padahal tim dari Kementerian Perhubungan sudah sempat datang ke lokasi.
Tak hanya itu, rencana pembangunan bandara baru di Bali Utara juga hilang dari Keputusan Presiden (Keppres) yang memuat Program Strategis Nasional periode 2019-2024.
Baca Juga: Bawa Pusaka ke Kubutambahan, Tokoh Puri Sebut Groundbreaking Niskala Proyek Bandara
Salah satu perusahaan yang ngebet membangun bandara di Buleleng, adalah PT. BIBU Panji Sakti.
Perusahaan tersebut punya visi membangun runway di kawasan laut Kubutambahan. Mirip seperti Bandara Kansai di Jepang.
Direktur PT. BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo menyebut, Megawati memang tidak setuju dengan pembangunan bandara.
Erwanto menyebut sikap tidak setuju Megawati karena ada kekhawatiran budaya Bali akan tergerus dengan keberadaan bandara.
“Tidak ada budaya yang hilang. Semua keraguan beliau tidak akan terjadi,” kata Erwanto saat ditemui di Pura Puseh Penegil Dharma, pada Minggu (26/5/2024).
Baca Juga: Prabowo Gibran Menang, Tim Kampanye Jamin Bandara Baru di Buleleng Terwujud
Erwanto menyatakan, bandara baru di Bali merupakan sebuah kebutuhan. Sebab Bandara Ngurah Rai sudah tidak mampu lagi melayani penerbangan baru pada tahun 2026 mendatang.
Ia menyebut pada masa kepemimpinan Prabowo-Gibran, proyek bandara akan kembali berjalan.
“Ini hanya persoalan waktu saja. Program ini tidak mudah dan tidak sederhana. Karena belum dibahas secara komprehensif dengan melibatkan semua pihak,” ujarnya.
Ia menyebut keluarnya proyek bandara dari Keppres PSN tidak akan mempengaruhi progress pembangunan bandara di Buleleng.
Menurutnya rencana pembangunan bandara di Bali Utara tetap bergulir, kendati tidak tercantum lagi dalam PSN.
“Itu keluar dari PSN, karena harus tuntas 2024. Nanti periode berikutnya, astungkara masuk lagi. Itu tidak menjadi halangan, selama ini kami tetap bekerja kok,” tegasnya.
Sebelumnya Paiketan Puri-Puri Sejebag Bali membawa pusaka mereka ke Pura Puseh Penegil Dharma.
Pusaka tersebut diupacarai di pura, serta dilanjutkan dengan prosesi sesolahan di areal pura.
Salah seorang tokoh puri, yakni Anak Agung Ngurah Ugrasena mengklaim bahwa hal itu merupakan bentuk groundbreaking secara niskala. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya