Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dari Peristiwa Kakak-Adik Akhiri Hidup di Jembatan Tukad Bangkung, Keluarga dapat Santunan, Kakak Korban yang Disabilitas Diadopsi Bupati Badung

Francelino Junior • Selasa, 28 Mei 2024 | 17:05 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta ke keluarga korban untuk keperluan upacara pada Senin (27/5) siang.
Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta ke keluarga korban untuk keperluan upacara pada Senin (27/5) siang.

SINGARAJA-Aksi ulah pati atau bunuh diri yang dilakukan kakak-adik Ketut Sutama, 23, dan Putu Yasa Sari Dana, 6, di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung pada Minggu (26/5) sore lalu, mendapat perhatian sejumlah pihak.

Peristiwa yang dialami Sutama dan Yasa, itu ternyata mengundang perhatian dari Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya.

Ia memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 5 juta ke keluarga korban pada Senin (27/5) siang.

Santunan ini diberikan langsung perwakilan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali. Yang harapannya dapat meringankan beban keluarga.

“Bantuan tadi untuk keperluan upakara dan upacara adat, dan bisa bermanfaat meringankan beban keperluan keluarga,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra pada Senin kemarin (27/5) di rumah duka.

Pihak Dinsos Buleleng pun akan segera melakukan asesment terhadap kakak pertama korban, yang merupakan penyandang disabilitas, agar mendapatkan bantuan. 

Kakak Korban yang Penyandang Disabilitas Diadopsi Keluarga Bupati Badung Giri Prasta

Sementara itu, kabar mengejutkan juga datang Kabupaten Badung. Informasinya keluarga Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta bersedia mengadopsi Luh Somotini, kakak pertama korban yang juga penyandang disabilitas.

Hal ini sebagai bentuk perhatian, mengingat Somotini kini tinggal seorang diri setelah ditinggal Sutama dan Yasa yang memilih mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Sementara adik nomor keduanya juga sudah pergi menikah.

Perbekel Desa Bontihing, I Gede Pawata mengungkapkan pihaknya dihubungi oleh tim Giri Prasta dan menyampaikan perihal adopsi tersebut.

“Untuk itu, kami akan koordinasikan dulu dengan keluarga. Karena masih ada keluarga lainnya juga. Kesepakatannya akan kami sampaikan ke pak Giri Prasta,” ujarnya pada Senin (27/5) siang di rumah duka. 

Untuk diketahui, Sutama dan Yasa ditemukan tak bernyawa di dasar sungai Ayung (Tukad Bangkung) yang berada di bawah Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga. Kakak beradik ini nekat mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Sutama dan Yasa diketahui melakukan aksi nekatnya itu, berawal dari informasi I Made Wirawan ke Polsek Petang yang melihat seorang laki-laki bersama anak kecil yang berada dekatnya. 

Namun selang beberapa menit kemudian, dua orang tersebut malah tidak ada. Saksi menduga mereka sudah mengakhiri hidup dengan melompat ke dasar sungai.

Polisi lantas bergegas dan menemukan satu unit sepeda motor Honda Supra tanpa pengendara. Setelah diperiksa, ditemukan identitas diri pemiliknya dan sepasang sandal.

Usai hal itu, polisi lalu meminta keterangan warga dan pedagang di sekitar jembatan. Namun karena tidak ada yang mengetahui, polisi ditemani saksi I Wayan Kuntara menuju dasar sungai dengan berjalan kaki.

Sesampai di bawah, polisi melihat ada sebatang pohon yang patah. Kecurigaan polisi menjadi-jadi, yang pada akhirnya ditemukan Sutama dan Yasa dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi tengkurap di pinggir sungai.

Kedua jenazah ini akhirnya dievakuasi oleh polisi bersama BPBD Kabupaten Badung serta masyarakat ke Puskesmas Petang II. Lalu dibawa ke RSUP Prof Ngoerah untuk dilakukan otopsi.

Karena adanya identitas milik korban di dalam jok motor, kemudian dengan informasi yang beredar, keluarga Sutama dan Yasa lalu mendatangi Puskesmas Petang II, kemudian diarahkan ke RSUP Prof Ngoerah untuk menjemput kakak beradik itu. ***

Editor : Donny Tabelak
#PJ Gubernur Bali #bunuh diri #ulah pati #kakak adik tewas #Jembatan Tukad Bangkung