Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tanam Padi Metode Hazton di Lahan Seluas 40 Are, Petani di Buleleng Hasilkan 10 Ton

Francelino Junior • Kamis, 6 Juni 2024 | 05:05 WIB

 

Panen padi yang ditanam dengan metode hazton. Dari sana, petani berhasil mendapatkan 10 ton gabah. Meningkat 50 persen dari penanaman menggunakan metode konvensional.
Panen padi yang ditanam dengan metode hazton. Dari sana, petani berhasil mendapatkan 10 ton gabah. Meningkat 50 persen dari penanaman menggunakan metode konvensional.

SINGARAJA-Kabupaten Buleleng panen padi metode hazton di Subak Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng pada Rabu (5/6) pagi. Hasilnya, lahan seluas 40 are itu menghasilkan 10 ton padi.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng, Made Sumiarta mengatakan panen ini merupakan hasil penerapan metode hazton tiga bulan lalu di Subak Sambangan.

Metode hazton, katanya Sumiarta, bisa meningkatkan produksi gabah secara maksimal. Hasilnya pun meningkat sekitar 50 persen.

“Kalau pakai metode konvensional, hasilnya capai 5 ton saja. Dengan hazton, hasilnya di subak ini capai 10 ton. Meningkat hampir 50 persen. Petani dapat angin segar, karena produksi meningkat signifikan,” ujar Sumiarta.

Metode hazton ini disebut serupa dengan metode konvensional. Karena dalam konvensional, satu rumpun hanya ada dua sampai tiga benih. Sedangkan hazton, satu rumpun ada 25-30 benih.

Sumiarta melanjutkan, metode ini membuat panen menjadi lebih cepat 10 hari. 

Penerapan metode ini, sebagai upaya pengembangan serta meningkatkan produktivitas padi, yang sebelumnya stagnan di Buleleng. 

Distan Buleleng akhirnya melakukan terobosan dengan menerapkan metode hazton. Yang sebelumnya sudah dianalisis dan diteliti di Kalimantan, dengan hasil yang memuaskan.

“Meski begitu, penggunaan metode hazton boros penggunaan pupuk dan benih. Tapi hasilnya memang memuaskan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kelian Subak Sambangan, I Putu Wenten tetap meminta pemerintah melakukan pendampingan penerapan metode hazton.

Apalagi metode tersebut berhasil diterapkan di wilayahnya.

Wenten menyebut bila wilayahnya memiliki lahan basah sekitar 57,38 hektar. Sementara jumlah anggota subak mencapai 127 orang. 

Para petani kebanyakan menerapkan metode konvensional, yang hasilnya hanya 3-5 ton saja.

“Penanaman dengan metode ini sudah terbukti. Selanjutnya petani lain perlu juga diberikan penjelasan agar lebih percaya,” ujarnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#HAZTON #panen padi #petani #distan buleleng