SINGARAJA-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng luncurkan tiga program keuangan, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Katanya, program ini sesuai dengan Nawacita Presiden RI untuk membangun Indonesia dari pinggiran.
Program yang diluncurkan adalah program kredit/pembiayaan sektor prioritas (K/PSP), Kejarku Pandai, dan UMKM Bali Nadi Jayanti yang diluncurkan di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati, pada Rabu (12/6) pukul 10.00 Wita.
Tiga program itu masuk dalam program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buleleng.
Penjabat (Pj) Bupati Buleleng mengatakan tiga program ini untuk menyukseskan program percepatan akses keuangan daerah.
Karena akses keuangan merupakan salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan perekonomian khususnya di daerah.
Perluasannya pun sesuai dengan Nawacita Presiden RI, untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sehingga mempermudah masyarakat dalam mengembangkan usaha dari sisi permodalan.
Lihadnyana mengatakan, kerja kolaboratif dalam meningkatkan akses permodalan dan pengembangan usaha, khususnya di sektor pertanian dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sangat penting dilakukan karena menjadi sorotan utama.
Mengingat langkah ini dinilai krusial untuk menggerakkan roda perekonomian lokal juga mencapai target pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Apalagi saat pandemi Covid-19 lalu, kata Lihadnyana, telah memberikan pelajaran dalam pertumbuhan perekonomian khususnya di Buleleng.
Karena selama ini, perekonomian lebih banyak bergantung pada sektor pariwisata, yang ternyata tidak bisa bertahan saat pandemi.
Sehingga pemerintah harus memperkuat sektor lainnya supaya perekonomian tetap tumbuh.
Salah satunya sektor pertanian dan UMKM. Tentunya percepatan dan penguatan ini perlu kerja kolaboratif dari pemangku kepentingan.
“Pemerintah sudah memberikan skema melalui KUR untuk bisa menggerakkan ekonomi Kabupaten Buleleng, khususnya dari akses permodalan dan pengembangan usaha,” kata Lihadnyana.
Sementara itu, Deputi Direktur OJK Bali, Novi Susilowati mengatakan sebanyak Rp 865 miliar akan diporsikan untuk Kabupaten Buleleng dalam memberikan bantuan KUR kepada masyarakat. Dengan porsi Rp 373 miliar untuk sektor pertanian.
Tiga program yang diluncurkan ini, kata Novi, sejalan dengan program nasional dan provin
si Bali. Yakni dengan menekankan prioritas utama pada sektor pertanian. Apalagi Buleleng memiliki komoditas unggulan, selain juga perkebunan, ternak, hasil laut, dan UMKM.
"Kami akan dorong TPAKD Buleleng untuk memaksimalkan potensi pertanian dari hulu ke hilir, salah satunya melalui akses modal untuk skala prioritas pertanian," jelasnya.***
Editor : Donny Tabelak