Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Buleleng Klaim Tidak Ada Pengoplosan Gas Elpiji, Benar Kah?

Francelino Junior • Rabu, 19 Juni 2024 | 03:05 WIB
Kelangkaan gas LPG 3 Kg sempat langka karena adanya praktek oplosan gas alias pemindahan isi tabung gas subsidi ke non subsidi yang diakukan pelaku di Bali.
Kelangkaan gas LPG 3 Kg sempat langka karena adanya praktek oplosan gas alias pemindahan isi tabung gas subsidi ke non subsidi yang diakukan pelaku di Bali.

SINGARAJA-Kasus pengoplosan gas elpiji 3 kg memang menjadi momok dan ketakutan di setiap daerah, tak terkecuali di Buleleng.

Namun, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dagperinkop UKM) Kabupaten Buleleng memastikan bila di Bali utara tidak ada upaya-upaya yang merugikan masyarakat.

Seperti diketahui, Bali baru-baru ini dihebohkan dengan meledaknya gudang pengoplosan gas elpiji di Kota Denpasar yang menewaskan hingga 15 orang.

Hal ini pun tentu ditakutkan juga terjadi di Kabupaten Buleleng, mengingat Buleleng merupakan wilayah paling luas di Bali.

Kepala Dinas Dagperinkop UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta mengatakan bila dari hasil pantauannya dari SPBE, agen, pangkalan, hingga ke pengecer, pihaknya belum melihat adanya indikasi pengoplosan gas.

Katanya, sampai hari ini memang belum ada indikasi di Buleleng ada kegiatan atau upaya pengoplosan gas elpiji.

Namun pihaknya tetap melakukan pengawasan rantai peredaran gas di Buleleng.

“Kalau dari pantauan kami, sampai hari ini tidak ada indikasi pengoplosan atau tindakan manipulatif yang merugikan masyarakat atau konsumen. Astungkara aman dan terkendali,” ujarnya pada Selasa (18/6) pagi ditemui di kawasan Hutan Kota Singaraja. ***

Untuk diketahui, Kabupaten Buleleng rata-rata menerima 40-55 ton pasokan gas per harinya. Pasokan tersebut lantas didistribusikan ke 16 agen yang diteruskan ke 543 pangkalan hingga ke pengecer.

Sudiarta mengatakan bahwa harga gas elpiji 3 kg yang ditolerir adalah Rp 20-21 ribu, untuk kalangan pengecer. Sementara Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan adalah Rp 18 ribu.

Untuk memenuhi kebutuhan gas di Buleleng yang memiliki wilayah luas, Dinas Dagperinkop UKM Buleleng pun meminta agar ada pemerataan distribusi gas, dengan tidak berkumpul pada satu titik saja.

Sudiarta menambahkan bila tidak ada penarikan kuota dari Kabupaten Buleleng ke kabupaten lain, untuk memenuhi kebutuhan gas di wilayah lain. Selain karena tiap kabupaten juga sudah ditetapkan kuota pasokan gasnya oleh Pertamina.

“Kalau menjelang hari besar keagamaan, biasanya ada kuota tambahan fakultatif. Itu biasanya menggunakan kuota dua minggu setelah hari besar, yang ditarik untuk menjaga stok pasokan tetap tersedia,” sambungnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#gudang gas elpiji #dinas perdagangan #Oplos Gas Elpiji #gudang meledak #pertamina