SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Musim kemarau mulai datang. Di Kabupaten Buleleng, musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga Oktober mendatang.
Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Buleleng meminta agar masyarakat cerdas mengelola air bersih.
Kepala Dinas PUTR Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital.
Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, air semakin bernilai. Karena semakin banyak yang memerlukan air.
Adiptha menyatakan, pemanfaatan air secara berlebihan dapat memicu masalah serius. Terutama pada musim kemarau.
“Kita harus mengubah cara pandang kita tentang air dan berhenti menganggapnya sebagai barang bebas," kata Adiptha.
Baca Juga: Atasi Genangan Air, PUTR Buleleng Lakukan Tiga Skema, Apa Saja?
Menurutnya selama beberapa tahun belakangan, air bersih mulai muncul sebagai sumber masalah di masyarakat.
Banyak masyarakat kesulitan mendapatkan air minum yang aman. Konflik perebutan sumber air semakin marak karena klaim kepemilikan oleh kelompok tertentu.
"Ini adalah tantangan besar yang harus kita atasi bersama. Air adalah milik bersama dan harus digunakan untuk kesejahteraan semua orang," tegasnya.
Baca Juga: Rayakan Hari Air, Desa Adat Tuang Eco Enzyme ke Tukad Buleleng
Adiptha menegaskan, sesuai Undang-Undang Dasar, negara menguasai sumber daya air untuk memastikan pemanfaatannya demi kemakmuran bersama.
Pengaturan dan perizinan yang tepat diharapkan dapat menjamin setiap orang mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
"Kami berkomitmen untuk memastikan hak dasar masyarakat atas air terpenuhi," tambahnya.
Lebih lanjut Adiptha mengatakan, saat ini ada tantangan besar dalam pengelolaan air bersih. Terutama di desa-desa.
Ia menyebut di satu desa, ada beberapa kelompok yang mengelola air bersih. Masalahnya kelompok tersebut enggan bekerja sama karena belum sepakat dengan nilai investasi.
Dampaknya, hal tersebut menyulitkan pengelolaan air bersih secara berkelanjutan. Pada akhirnya yang merugi adalah masyarakat.
Solusinya, Dinas PUTR menggenjot pembinaan pengelolaan air minum pedesaan. Sehingga lembaga pengelola air bersih dapat mengelola air dengan lebih optimal dan profesional.
"Kami ingin memastikan air minum yang tersedia memenuhi aspek Kuantitas, Kualitas, Kontinuitas, dan Keterjangkauan. Sehingga bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” demikian Adiptha. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya