SINGARAJA-Rencana pembangunan jembatan permanen menuju hutan kota di Kelurahan Banyuasri ternyata belum jelas.
Sejak awal pembukaan lahan, penghubung ke lahan tersebut meminjam jembatan bailey milik TNI.
Hutan kota ini mulai dibuka untuk dijadikan lahan penanaman komoditas pertanian, sejak awal tahun 2024 lalu.
Namun yang menjadi masalah, untuk menuju lahan seluas 1,9 hektar tersebut ternyata tidak memiliki akses, lantaran harus menyebrang Tukad Banyumala.
Akhirnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng meminjam jembatan bailey yang merupakan aset Kodam IX/Udayana yang dikelola oleh Yonzipur 18.
Jembatan bongkar pasang tersebut dibangun dengan lebar 6,7 meter dan panjang 33 meter serta total beratnya mencapai 50 ton.
Jembatan tersebut pada akhirnya membantu program ketahanan pangan milik Pemkab Buleleng yang berada di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Namun ternyata, jembatan bailey yang statusnya hanya pinjaman tersebut dijanjikan akan dikembalikan ke TNI pada bulan Mei lalu. Kemudian Pemkab Buleleng menggantinya dengan jembatan permanen.
Hanya saja, hingga bulan Juli jembatan bailey tersebut masih tetap terpasang alias sudah lewat dari masa pinjam selama lima bulan.
Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav Angga Nurdyana tak menampik bila masa pinjam jembatan tersebut sudah berakhir pada bulan Mei.
Meski begitu, pihaknya masih menunggu pengajuan perpanjangan peminjaman jembatan dari Pemkab Buleleng, agar diteruskan ke Kodam IX/Udayana.
“Katanya akan diperpanjang pinjam pakainya, tetapi belum ada pengajuan dari Pemkab Buleleng. Jadi kami masih menunggu,” ujarnya dikonfirmasi pada Rabu (3/7) siang.
Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana mengaku masih mencari anggaran dari luar APBD Buleleng untuk pembangunan akses menuju ke lahan yang kini sudah menjadi hutan kota.
Lihadnyana menegaskan bila pembangunan jembatan tersebut menjadi prioritas, lantaran akses jembatan menjadi salah satunya akses menuju ke sana. Karena hutan kota dikelilingi sungai/tukad.
Sehingga, Pemkab Buleleng berencana mengajukan perpanjangan pinjam pakai jembatan bailey milik TNI itu.
“Saya ngundang banyak pejabat saat panen perdana, bukan sekedar undang, tapi saya minta CSR untuk jalan keliling. Ini untuk kepentingan masyarakat, tidak mesti dari APBD,” kata Lihadnyana. ***
Editor : Donny Tabelak