Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Penyaluran Pupuk Subsidi di Buleleng Masih Rendah. Pemerintah Khawatir Berdampak pada Harga Beras

Eka Prasetya • Jumat, 5 Juli 2024 | 00:01 WIB
Ilustrasi gudang pupuk
Ilustrasi gudang pupuk

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penyaluran pupuk subsidi di Kabupaten Buleleng masih rendah. Hingga pertengahan Juni, penyaluran bahkan belum menyentuh angka 50 persen.

Menindaklanjuti masalah tersebut, pemerintah menggelar pertemuan untuk mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi.

Rapat tersebut digelar di Dinas Pertanian Buleleng, pada Kamis (4/7/2024).

Pemerintah merasa perlu menggelar rapat tersebut. Sebab serapan pupuk subsidi yang rendah dikhawatirkan akan mengerek harga pangan.

Selain itu rendahnya penggunaan pupuk juga diprediksi akan berdampak pada produktivitas tanaman pangan, utamanya beras.

Baca Juga: Jatah Pupuk Bersubsidi Bagi Petani di Buleleng Dipangkas, Harga Beras Terancam Naik

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Gede Melandrat mengatakan, perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Buleleng. 

Menurutnya salah satu kendala utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan jenis komoditas yang disubsidi. 

Saat ini, hanya sembilan komoditas yang mendapatkan subsidi. Sementara komoditas strategis seperti cengkeh, durian, dan hortikultura tidak tersentuh program ini.

"Kami berharap Kementan dapat memperluas cakupan komoditas yang disubsidi, sehingga petani di Buleleng dapat lebih mudah mengakses pupuk untuk tanaman mereka," ujar Melandrat.

Baca Juga: Jatah Pupuk Subsidi Berkurang, Petani di Buleleng Disarankan Pakai Pupuk Organik

Selain itu, Melandrat juga menyoroti proses usulan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dari kelompok tani yang tidak selaras dengan komoditas yang ditetapkan Kementan. 

Hal ini mengakibatkan kesenjangan antara kebutuhan pupuk di lapangan dengan pupuk yang tersedia.

"Ke depan, kami harapkan ada perubahan sistem RDKK dan penetapan jenis komoditas subsidi yang lebih berpihak pada kebutuhan riil petani di lapangan," tambah Melandrat.

Asal tahu saja, tahun ini Dinas Pertanian Buleleng mendapat alokasi pupuk dengan jatah pupuk urea 7.376 ton, pupuk NPK sebanyak 8.577 ton, dan pupuk NPK formula khusus sebanyak 131 ton. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#petani #pupuk #pupuk bersubsidi #beras #buleleng