Ini sebagai salah satu upaya untuk mengoptimalkan realisasi sambungan baru, guna memperluas layanan air bersih.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Hita Buleleng, I Made Lestariana mengatakan pihaknya menargetkan adanya 3000 sambungan baru di tahun 2024 ini.
Meski begitu, hingga pertengahan tahun ternyata target tersebut belum tercapai setengahnya.
Lestariana menyebutkan, hingga bulan Juni 2024 untuk sambungan baru realisasinya mencapai 1.085 sambungan atau 36 persen dari target 100 persen.
Mengapa? Kata Lestariana, pengguna sambungan baru yang telah mendaftar ternyata belum melakukan pembayaran.
"Untuk mencapai target penambahan pelanggan di 2024, kami laksanakan gebyar sambungan baru dengan memberikan diskon biaya pasang baru,” katanya pada Sabtu (13/7).
Dirut Lestariana menjabarkan bila gebyar sambungan baru ini menyasar untuk R1, dari harga normal Rp 1,8 juta hanya dikenakan Rp 1,4 juta.
Sedangkan R2, dari harga normal Rp 2 juta menjadi Rp 1,5 juta.
Potongan Rp 500 ribu itu berlaku tanggal 1 Agustus sampai 30 September.
Tujuannya, agar masyarakat yang hendak melakukan pemasangan sambungan air bersih baru, lebih diringankan biayanya.
Ini juga sebagai upaya pengembangan lebih lanjut, mengingat kini persaingan air bersih juga dilakukan dengan BUMDes yang memiliki PAM Desa.
Hingga saat ini, Perumda Tirta Hita Buleleng mencatat ada 65.071 pelanggan sambungan air bersih, yang mereka tangani. Ribuan pelanggan itu tersebar di 68 desa dan kelurahan.
Dari 65.071 pelanggan tersebut, lanjut Lestariana, 11.409 diantaranya merupakan golongan R1. Sedangkan 43.725 pelanggan merupakan golongan R2.
“Momentum gebyar sambungan baru inilah yang kami manfaatkan untuk mencapai target 3000 pelanggan baru,” tandasnya. ***
Editor : Donny Tabelak