Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Hari Pertama Sekolah, Kadisdikpora Buleleng: Tidak Ada Penambahan Rombel, Semua Terdistribusi

Francelino Junior • Selasa, 16 Juli 2024 | 03:05 WIB

 

Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika sebut tidak ada penambahan rombel di sekolah, hanya pengoptimalan karena semua peserta didik baru sudah terdistribusi.
Kepala Disdikpora Buleleng, Made Astika sebut tidak ada penambahan rombel di sekolah, hanya pengoptimalan karena semua peserta didik baru sudah terdistribusi.

SINGARAJA-Senin (15/7) merupakan hari pertama masuk sekolah. Para peserta didik baru pun mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika sebut tidak ada penambahan Rombongan Belajar (rombel) dan semua siswa terdistribusi ke sekolah.

Astika menyebutkan bila semua siswa yang mengikuti PPDB sudah terdistribusi dan teroptimalisasi dengan baik.

Terdistribusinya semua siswa, lanjut Astika, juga dibantu oleh sekolah-sekolah swasta yang ada.

Sehingga, siswa yang telah mendaftarkan dirinya untuk lanjut ke jenjang pendidikan berikutnya, bila tidak diterima di sekolah negeri, mereka memiliki opsi untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.

“Kalau kota sudah semua terdistribusi, tidak ada penambahan rombel. Semuanya sudah 11 kelas, itu sesuai dengan standar pelayanan minimal (SPM),” ujarnya ditemui pada Senin (15/7) siang.

Mengenai sedikitnya peserta didik baru di SMP 3 Sukasada, Astika mengatakan pihaknya sudah melakukan pendistribusian siswa baru dari SMPN 1 Sukasada.

Jadi anak-anak dari wilayah Gitgit diarahkan masuk ke SMPN 3 Sukasada.

Namun, ada konsekuensi juga yang harus diambil. Yakni tidak ada lagi anak atau peserta didik baru yang masuk ke SMPN 1 Sukasada. Ini sebagai bentuk keadilan.

Astika melanjutkan, kondisi serupa juga terjadi SMPN 1 Banjar. Yaitu penyesuaian atau pengoptimalan siswa dalam satu kelas, mengingat tidak diperbolehkan menambah rombel. Jumlah rombel pun tidak boleh lebih dari 11.

“Di SMPN 1 Banjar ada penyesuaian. Kami kembalikan ke zona agar terdistribusi baik, tidak boleh tambah rombel, cuman dioptimalkan jadi 36 orang per kelas. Dioptimalkan menjadi 1/7 dari jumlah SPM, yakni hanya boleh menambah empat siswa per kelas,” lanjutnya.

Kepala Disdikpora Buleleng itu mengatakan bila semangat peserta didik baru sangat tinggi, untuk mendapatkan dan diterima di sekolah yang diinginkan. Ini terbukti dengan banyak siswa yang mendaftar di jalur zonasi.

Contohnya di SMPN 1 Singaraja, kata Astika, yang mendaftar di jalur prestasi saja sebanyak 313 orang, sementara kuota di jalur tersebut hanya 15 persen saja.

Sedangkan kuota peserta didik baru secara keseluruhan sebanyak 539 orang.

Namun karena kebanyakan dari luar zonasi, sehingga mereka juga sedikit terkendala untuk diterima sekolah.

Sehingga solusinya adalah dikembalikan sesuai zonasi mereka masing-masing.

Untuk di Buleleng, MPLS berpusat di SMPN 4 Sukasada pada Senin (15/7).

Disdikpora Buleleng berharap agar sekolah dalam kegiatan tersebut, mampu menciptakan kegiatan yang edukatif dan kreatif. Selain dengan membuat lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Pihaknya juga menegaskan, agar dalam MPLS sekolah mengimplementasikan program pencegahan dan penanganan tindak kekerasan di lingkungan sekolah (PPKSP), serta fokus pada Gerakan Sekolah Sehat (GSS). 

Program ini ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan terhindar dari masalah bullying serta kekerasan.

“MPLS di Kabupaten Buleleng tidak hanya sekedar perkenalan, melainkan juga bagian integral dari proses pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional,” tegas Astika. ***

Editor : Donny Tabelak
#mpls #hari pertama sekolah #peserta didik baru #disdikpora buleleng #masa pengenalan lingkungan sekolah