SINGARAJA-Kasus yang menimpa Gede WPA, 37, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Buleleng kini masih dikembangkan polisi.
Sementara oknum tersebut sudah ditetapkan menjadi tersangka dan masih mendekam di Rutan Polsek Kota Singaraja.
Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengatakan status tersangka oknum ASN eks ring satu bupati Buleleng itu, diberikan polisi tak berselang lama pasca ia ditangkap pada Jumat (5/7) sekitar pukul 01.00 Wita di sebuah perumahan di Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.
Ditangkapnya Gede WPA lantaran adanya laporan masyarakat mengenai pencurian sepeda motor (curanmor) Honda Vario Techno milik tetangganya.
Oknum ASN tersebut ternyata terekam CCTV saat melakukan tindakan pencurian.
Meski berhasil menangkapnya, tetapi polisi mengaku belum berhasil mengungkap keberadaan sepeda motor yang hilang itu alias sudah berpindah tangan.
Kata Kompol Agus Dwi, motor itu digadaikan ke Kecamatan Banjar, lalu Kecamatan Seririt, bahkan dicat dan dimodifikasi.
Kapolsek Kota Singaraja itu menyebutkan bila di TKP tersebut ada dua motor yang hilang, salah satunya Yamaha NMax. Sehingga pengembangan pun intens dilakukan aparat berwajib.
"Mengenai kasus curanmor, hingga kini masih dikembangkan lagi. Jadi masih kira cari tahu apakah ada hubungannya dengan kasus ini,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (22/7) siang.
Kompol Agus Dwi melanjutkan, bila Gede WPA mengakui telah mencuri sepeda motor milik tetangganya itu.
Polisi pun belum mengetahui jumlah nominal gadai sepeda motor curian tersebut. Namun, uang hasil gadai itu digunakan untuk membeli narkoba.
Curanmor yang dilakukan Gede WPA ternyata juga membawa polisi membongkar sosok yang diduga bandar narkotika.
Lantaran dari tubuh oknum ASN itu ditemukan paket narkotika jenis sabu seberat 0,40 gram.
Dari hasil pengembangan, polisi malah menemukan seseorang yang merupakan penadah motor curian di wilayah Banjar yang diduga bertugas juga sebagai bandar sabu. Barang buktinya 69 paket narkotika.
“Untuk kasus narkoba yang menangani dari Polres Buleleng," singkat Kompol Agus Dwi. ***
Editor : Donny Tabelak