SINGARAJA, radarbuleleng.id- Hadirkan tiga inovasi, membuat Posyandu Kamboja 1 yang masuk dalam lingkup Puskesmas Buleleng I mewakili Bali mengikuti lomba posyandu tingkat nasional. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan bagi dunia kesehatan di Bali utara.
Posyandu Kamboja 1 diketahui beralamat di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Kini ia bersanding dengan 38 posyandu dari seluruh Indonesia.
Pada Selasa (13/8) mereka mengikuti presentasi inovasi bersama dengan Kementerian Kesehatan RI di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, bersama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Puskesmas Buleleng I.
Adapun tiga inovasi dari Posyandu Kamboja 1 berfokus pada perbaikan gizi dan pemberian ASI eksklusif.
Yaitu SADAKE (Sadar Gizi Keluarga), SEJUK (Sehatkan Ibu dan Anak dengan Kelor), dan BESTIE (Bersama Pantau Pemberian ASI Eksklusif).
Septrina Murtia, Ketua Pos KB di Posyandu Kamboja 1 menjelaskan bahwa SADAKE dan SEJUK diluncurkan sebagai bentuk respons atas banyak kasus balita yang kurang gizi, serta kondisi ibu hamil yang memprihatinkan.
Mereka lalu melakukan pemanfaatan sumber daya alam lokal, seperti tanaman kelor, toga, dan ikan lele.
Selain itu, Posyandu Kamboja 1 juga berhasil mengembangkan makanan bergizi seperti nugget ikan kelor dan puding kelor yang sangat disukai balita.
Juga dengan inovasi BESTIE, Posyandu Kamboja 1 mengagendakan kunjungan rumah dan pendampingan intensif ke para ibu yang baru melahirkan.
”Tingkat kesukaan balita atas makanan tersebut mencapai 80 persen. Sedangkan untuk BESTIE, pemberian ASI eksklusif meningkat dari 38 persen jadi 100 persen,” kata Septrina.
Posyandu Kamboja 1 sebenarnya tidak percaya dapat menjadi yang terbaik di tingkat puskesmas, kabupaten, hingga di tingkat provinsi. Mewakili Bali, mereka pun berlomba menjadi yang terbaik.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi Posyandu Kamboja 1 untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.
Utamanya dengan langkah konkret yang inovatif dan kolaboratif bersama masyarakat.
Dengan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan, Posyandu ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi dapat membawa perubahan nyata dalam kesehatan masyarakat.
”Dengan inovasi dan sumber daya yang kami miliki, kami yakin bisa memberikan yang terbaik di tingkat nasional,” tutup Septrina. ***
Editor : Donny Tabelak