Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diduga karena Putus Cinta, Remaja asal Tabanan Akhiri Hidup di Jembatan Shortcut Singaraja-Mengwi

Francelino Junior • Jumat, 16 Agustus 2024 | 12:25 WIB

 

Seorang remaja asal Tabanan nekat mengakhiri hidupnya di jembatan shortcut titik 8 Singaraja-Mengwitani. Diduga dilakukan karena motif asmara.
Seorang remaja asal Tabanan nekat mengakhiri hidupnya di jembatan shortcut titik 8 Singaraja-Mengwitani. Diduga dilakukan karena motif asmara.

SINGARAJA, radarbuleleng.id - Diduga akibat putus cinta, Ni Kadek Purnami, 19, remaja asal Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan nekat mengakhiri hidupnya di jembatan jalan pintas (shortcut) titik 8 Singaraja-Mengwi pada Kamis (15/8) sekitar pukul 09.00 Wita.

Peristiwa ini terjadi di wilayah Banjar Dinas Wirabhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bahkan di media sosial beredar luas video dan foto korban yang sudah terkapar di bawah jembatan.

Kapolsek Sukasada, Kompol Nyoman Adika menerangkan bila peristiwa ini berawal dari dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang melintas di jalur tersebut, kemudian berhenti. Saat itu, mereka berteriak-teriak.

Saksi Luh Marini, 51, yang mendengar teriakan tersebut memilih tidak menghiraukan.

Kemudian dua WNA tadi memanggil saksi Ketut Sukardiasa, 45, yang saat itu tengah memetik cengkeh dengan berteriak sembari memberi isyarat ada orang melompat dari jembatan.

Mengerti isyarat tersebut, saksi Sukardiasa pun menghampiri dua WNA tadi yang berada di atas jembatan shortcut titik 8.

Sesampainya di sana, saksi melihat korban Purnami sudah berada di bawah jembatan.

Melihat hal itu, saksi Sukardiasa lalu menginformasikan kejadian tersebut ke grup pecalang. Informasi tersebut ternyata menyebar dengan cepat hingga sampai ke media sosial.

Polisi lalu mendatangi lokasi kemudian melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Buleleng.

Polisi juga menemukan sepeda motor Suzuki Shogun dengan Nomor Polisi (nopol) DK 4277 ME di lokasi.

”Hasil pemeriksaan tim medis, korban mengalami patah tulang pada lengan, serta sejumlah luka dan lebam. Korban diperkirakan meninggal dunia kurang lebih dua jam sebelum ditemukan,” ujar Kompol Adika dikonfirmasi pada Kamis (15/8) sore.

Pasca berhasil diidentifikasi, Wayan Widiani, 33, ibu korban mengatakan bahwa anaknya saat itu keluar sekitar pukul 08.00 Wita dengan menggunakan sepeda motor yang ditemukan di jembatan shortcut titik 8.

Purnami saat itu keluar dengan alasan membeli lauk karena lapar. Ibu korban pun khawatir karena korban tak kunjung pulang ke rumah, hingga akhirnya menelpon anaknya itu namun tidak ada jawaban.

Kata ibu korban, anaknya itu bercerita sekitar lima hari lalu bahwa ia sudah putus dengan pacarnya dengan laki-laki bernama Wayan S. 

”Dugaan awal, korban melakukan aksi nekat itu karena diputus pacarnya atau motif asmara,” lanjut Kapolsek Sukasada.

Saat ini, jenazah Purnami masih berada di RSUD Buleleng. Polisi pun meminta untuk dilakukan Visum et Repertum (VeR). Sedangkan kejadian ini masih dalam penyelidikan Polsek Sukasada. ***

Editor : Donny Tabelak
#Putus cinta bunuh diri #bunuh diri #polsek sukasada #shortcut singaraja-mengwitani