SINGARAJA, radarbuleleng.id- Kabupaten Buleleng membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk bekerja di lingkup pemerintahan. Totalnya diperlukan 145 orang yang terbagi dalam 67 formasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan bahwa formasi CPNS di Bali utara terbagi menjadi tenaga kesehatan dan tenaga teknis, dengan jumlah yang berbeda-beda.
Dari data yang diterima, tenaga kesehatan di Buleleng dicari sebanyak tujuh orang.
Mereka akan bertugas di RSUD Buleleng sebagai dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetis, dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis radiologi, dokter spesialis urologi, dan psikolog klinis.
Sedangkan 61 formasi untuk tenaga teknis, sebagai analis kebijakan, analis pasar hasil perikanan, auditor ahli pertama, auditor terampil, penata kelola sistem dan teknologi informasi, serta pengawas penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah.
Lalu pengelola kesehatan ikan ahli pertama, perancang peraturan perundang-undangan, polisi pamong praja ahli pertama, polisi pamong praja pemula, pranata hubungan masyarakat, pranata komputer ahli pertama, dan pranata komputer terampil.
Posisi itu terbagi di sejumlah dinas/OPD di Pemerintah Kabupaten Buleleng. Seperti Sekretariat Daerah, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Inspektorat, Kecamatan Sawan, Satpol PP, Dinas Kominfosandi, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Badan Kesbangpol.
Lalu Dinas P2KBP3A, Dinas Tenaga Kerja, Dinas PMD, Dinas Lingkungan Hidup, BKPSDM, Dinas Dagperinkop UKM, Dinas Kebudayaan, Dinas PMPTSP, Disdikpora, Dinas Kesehatan, serta Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah.
Pada rekrutmen CPNS ini, lulusan perguruan tinggi dari bidang teknik informatika atau yang serupa sangat mendominasi, dibandingkan dengan bidang manajemen, akuntansi, ekonomi, hukum, maupun ilmu pemerintahan.
”Ini formasinya dibuatkan semata-mata karena tidak bisa diduduki oleh PPPK, karena bersifat spesifik tertentu,” ujar Sekda Suyasa pada Rabu (21/8) siang.
Suyasa yang juga Ketua Panitia Seleksi Daerah Pengadaan PNS Kabupaten Buleleng Tahun 2024 mengatakan bahwa selain seleksi administrasi, para CPNS juga mengikuti seleksi kompetensi dasar berupa tes wawasan kebangsaan (TWK), tes intelegensia umum (TIU), dan tes karakteristik pribadi (TKP).
Juga mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) menggunakan Computer Assisted Test (CAT).
”Kami kerjasama dengan Undiksha untuk CAT. Asumsinya dengan 300 komputer, maka tes tersebut dapat selesai dalam 2-3 hari, kalau satu hari itu terbagi sampai 3 shift,” lanjutnya.
Suyasa menambahkan, bahwa PPPK boleh melamar sebagai PNS di Pemerintah Kabupaten Buleleng.
Hanya saja kebutuhan yang dilamar harus sesuai dengan bidang tugas yang dijalankan saat ini. Juga memenuhi masa perjanjian kerja minimal satu tahun, sesuai SK PPPK-nya.
Ia mengharapkan mereka yang ikut PPPK untuk berada di PPPK, walau diperbolehkan untuk melamar ke PNS. Namun bila calon PPPK sudah melamar ke PNS, mereka tidak bisa melamar ke PPPK lagi.
”Kalau sudah PPPK kemudian lamar CPNS, kemudian gagal, boleh kembali ke PPPK. Tapi calon PPPK yang gagal tidak bisa ikut PPPK,” jelasnya.
Berdasarkan jadwal, pendaftaran seleksi dilakukan pada tanggal 20 Agustus sampai 6 September.
Seleksi administrasi pada tanggal 20 Agustus sampai 13 September. Kemudian pengumuman hasil seleksi administrasi dilakukan pada tanggal 14-17 September.***
Editor : Donny Tabelak