SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Singaraja merupakan kota yang kaya dengan khazanah sastra.
Kota di Bali Utara ini juga pernah melahirkan penulis-penulis besar pada masanya. Salah satunya adalah Anak Agung Pandji Tisna yang melahirkan novel Sukreni Gadis Bali.
Festival di bidang literasi pun digelar. Festival itu adalah Singaraja Literary Festival atau yang lebih dikenal dengan sebutan SLF.
Tahun ini SLF mengangkat tema “Dharma Pemaculan”. Tema itu merujuk pada salah satu koleksi lontar di Museum Lontar Gedong Kirtya. Lontar itu membahas tentang pertanian.
Direktur Singaraja Literary Festival, Kadek Sonia Piscayanti mengatakan, lontar Dharma Pemaculan dimaknai sebagai Energi Ibu Bumi.
“Tema ini diambil berdasarkan judul dari sebuah lontar terkait peradaban pertanian Bali yang direstorasi di Gedong Kirtya,” kata Sonia.
Singaraja Literary Festival 2024 akan menghadirkan 50-an pembicara yang akan terlibat di 20-an panel diskusi, 9 workshop, 13 pertunjukan seni; baik tari, teater, musik, 4 kolaborasi nasional dan internasional, serta ratusan seniman dan budayawan nasional dan internasional.
Diantaranya adalah Dee Lestari, Henry Manampiring, Sugi Lanus, Aan Mansyur, Willy Fahmi, Oka Rusmini, Pranita Dewi, Sally Breen, Sudeep Sen, Mags Webster, Phillip Cornwell Smith, Nerisa del Carmen Guevara, dan banyak lainnya.
Berikut jadwal Singaraja Literary Festival 2024 hari ini, Jumat 23 Agustus 2024:
Venue Sasana Budaya
08.00 Lomba baca puisi tingkat SD se-Bali
13.00 Energi Ibu Pertiwi, teks dulu dan kini
16.00 Peluncuran buku “Kopi Bali Rasa Drama Korea”
17.00 Peluncuran buku dari Pranita Dewi
18.00 Opening Singaraja Literary Festival
19.40 Teater Dharma Pemaculan
20.10 Musikalisasi puisi alih wahana lontar
20.25 Pemutaran film “Swi”
Venue Gedong Kirtya
09.00 Diskusi “Sastra Dalam Pertanian, Pertanian Dalam Sastra”
13.00 Workshop “Inspiration to Performances”
15.00 Peluncuran buku “Swisastra”
16.00 Public Lecture “Sri Tattwa: Dewi Sri dan Mpu Kuturan”
Venue Museum Buleleng
13.00 Diskusi “Alih Wahana Teks Lama ke Film”
16.00 Diskusi “Membaca Kembali Arsip Pertanian”. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya