Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dua Pekerja Migran Indonesia Asal Buleleng Disiksa di Myanmar, BP2MI Usahakan Pemulangan

Francelino Junior • Jumat, 6 September 2024 | 00:07 WIB
Situasi pertemuan antara BP2MI dengan keluarga PMI asal Buleleng yang diduga menjadi korban perdagangan orang di Myanmar.
Situasi pertemuan antara BP2MI dengan keluarga PMI asal Buleleng yang diduga menjadi korban perdagangan orang di Myanmar.

SINGARAJA, radarbuleleng.id- Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) datang ke Kabupaten Buleleng.

Mereka bertemu dengan keluarga Nengah Sunaria dan Kadek Agus Ariawan, dan mengusahakan pemulangan dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) itu.

Pertemuan itu berlangsung di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Buleleng di Jalan Dewi Sartika Selatan No. 22 Singaraja pada Kamis (5/9) pukul 11.00 Wita.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Buleleng, Made Arya Sukerta bersama perwakilan Polres Buleleng juga ikut mendampingi.

Dari pantauan radarbuleleng.id, masing-masing keluarga sempat mengutarakan keinginan mereka.

Meskipun semuanya kompak menginginkan agar Sunaria dan Agus, dapat segera kembali ke Buleleng.

Bahkan dari BP2MI juga mengatakan bahwa pihaknya sempat berkomunikasi dengan salah satu teman dari PMI Buleleng itu, sembari menggali informasi mengenai pola kerja mereka di Myanmar.

Plt Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Firman Yulianto mengatakan bahwa pihaknya memiliki rujukan ke Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu RI.Tujuannya agar penanganan berlaku satu pintu saja.

Firman menyebutkan juga bahwa posisi dua warga Buleleng bersama teman-temannya itu sudah dikoordinasikan oleh Kemenlu melalui KBRI Myanmar dengan pemerintah dan aparat setempat, serta sudah dikirimkan surat diplomatik.

Sedangkan untuk komunikasi baik dengan keluarga maupun Disnaker Buleleng, pihaknya menunjuk Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, agar tidak terlalu banyak pintu dalam komunikasi. Sehingga tidak membingungkan.

”Meski pekerja (dua PMI Buleleng) tidak tercatat, namun kami tetap fasilitasi untuk pemulangan, ini juga bagian melindungi warga negara. Pemulangan sedang diupayakan perwakilan kami,” ujarnya usai pertemuan.

Kedatangan BP2MI ke Buleleng dan bertemu dengan keluarga Sunaria dan Agus untuk mencari dan memberikan informasi yang valid, mengenai permasalahan yang dihadapi dua warga Buleleng itu di luar negeri.

Baik BP2MI bersama dengan Kemenlu RI pun telah berupaya untuk masuk dalam sistem hukum di Myanmar, sehingga komunikasi dan penegakan aturan dapat nyambung. Mengingat peristiwa ini tidak terjadi di Indonesia.

Harapan terbesar adalah Sunaria dan Agus dapat segera kembali ke keluarga masing-masing secepatnya, sejak BP3MI Bali mendapatkan laporan terkait dua PMI itu.

”Kadang kasus gini banyak hoaks. Sehingga kedatangan BP2MI ini memberikan rasa aman untuk keluarga, agar mereka tidak resah. Juga stakeholder yang menangani dapat satu bahasa,” ujar Plt. Kepala Disnaker Buleleng, Made Arya Sukerta. 

Diberitakan sebelumnya, dua orang warga Buleleng diduga menjadi korban TPPO. Mereka adalah Kadek Agus Ariawan alias Agus Moncot dan Nengah Sunaria. 

Bahkan beredar video yang menampilkan mereka meminta tolong, karena mendapat siksaan, disekap, bekerja selama 25 jam, tanpa gaji, tidak diberi makan, hingga disetrum. Mereka merasa ditipu dan menjadi korban perdagangan manusia.

Terdengar juga mereka meminta tolong kepada Jokowi hingga Prabowo, agar mereka bisa kembali dari Myanmar dan berkumpul bersama keluarga di Indonesia. ***

Editor : Donny Tabelak
#perdagangan orang #disnaker buleleng #pekerja migran indonesia #myanmar