Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Ngejot. Berbagi pada Warga Miskin dan Lansia Sebatang Kara

Eka Prasetya • Senin, 9 September 2024 | 01:23 WIB

 

BERBAGI: Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan saat melakukan aksi ngejot.
BERBAGI: Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan saat melakukan aksi ngejot.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Singaraja melakukan aksi berbagi kepada warga miskin dan lansia sebatang kara di sekitar kampus mereka. 

Aksi itu diharapkan dapat memberikan dampak bagi masyarakat miskin, maupun lansia yang ada di sekitar kampus.

Ketua Panitia HUT HMPS Ilmu Komunikasi, Widya Yeni mengungkapkan, kegiatan tersebut bukan hanya bentuk perayaan hari jadi. Tetapi juga sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap sesama.

”Kami ingin berbagi dengan sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menginspirasi orang lain untuk ikut berpartisipasi,” ujarnya. 

Baca Juga: Dari Dialog Publik Moderasi Beragam STAHN Mpu Kuturan: Mahasiswa Suarakan Pemilu Damai

Salah seorang lansia yang menerima bantuan itu adalah Luh Setiari, 75, asal Lingkungan Padangkeling, Kelurahan Banyuning.

Lansia itu tinggal seorang diri. Suaminya sudah lama meninggal. Dia juga tidak punya keturunan.

Sehari-hari dia hanya mengandalkan bantuan dari kerabat maupun tetangganya. Apalagi Setiari tidak bisa produktif lagi. Dia sempat terjatuh di halaman rumahnya beberapa bulan lalu, sehingga ruang geraknya terbatas.

Selain Setiari, ada juga Made Sasih, 80. Pada usia senja, dia tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasa. Dia sempat terjatuh beberapa tahun lalu, sehingga menyebabkan tangannya memar. 

Made Sasih sempat bekerja sebagai penjahit tamas untuk keperluan banten. Dari hasil pekerjaannya, ia biasa mendapatkan penghasilan sekitar Rp150.000 seminggu.

Baca Juga: Mahasiswa STAHN Mpu Kuturan Berbagi. Beri Bantuan Alat Tulis hingga Seragam pada Siswa di Julah dan Depeha. Apa Motivasinya? 

Kini, setelah terjatuh, Made Sasih tidak bisa bekerja, dan penghasilan dari menjahit pun terhenti. Anak-anak Made Sasih bergantian merawatnya, tetapi kondisi ekonomi yang terbatas membuat hidupnya semakin sulit. 

Tim HMPS Ilmu Komunikasi STAHN Mpu kuturan yang membawa bantuan sembako berharap dapat sedikit meringankan beban yang dirasakan Made Sasih dan keluarganya.

Aksi berbagi itu merupakan aksi kedua yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja. Mereka ingin berbagi rezeki dengan masyarakat kurang mampu, khususnya para lansia.

Dalam aksi tersebut, mereka mendapat dukungan dari Buleleng Social Community (BSC) dan Yayasan Sesama. Tercatat ada 10 paket sembako yang dibagikan untuk warga di Desa Petandakan, Desa Penglatan, dan Kelurahan Banyuning. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#mahasiswa #lansia #warga miskin #ngejot #berbagi #STAHN Mpu Kuturan