SINGARAJA, radarbuleleng.id - Upaya untuk terus melestarikan adat dan tradisi serta budaya Bali terus digiatkan.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Buleleng kembali menggelar lomba berbasis budaya dan tradisi, yang berlangsung pada Senin (9/9) di Wantilan Sasana Budaya.
Kepala Disbud Buleleng, I Nyoman Wisandika mengatakan bahwa perlombaan ini diikuti sebanyak 100 orang peserta.
Lomba tersebut terbagi dalam beberapa kategori, yang pada intinya untuk melestarikan budaya juga untuk menumbuhkan rasa kekaguman dan cinta terhadap budaya Bali.
Wisandikan menyebutkan bahwa tingginya antusiasme peserta lomba, menunjukkan bahwa generasi muda Buleleng sangat tertarik, akan pelestarian budaya Bali.
Seperti lomba wayang yang diikuti sebanyak 27 peserta yang berusia 15-25 tahun. Begitu juga dengan lomba baligrafi.
Lomba prasi, yang membuat seni lukis di atas daun lontar, juga menarik partisipasi 27 peserta.
Begitu halnya dengan lomba macecimpedan, yaitu seni berbalas pantun khas Bali, diikuti oleh peserta tingkat SD dari berbagai kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua regu.
”Kami berupaya membuat berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan warisan budaya. Utamanya menyasar generasi muda,” ujar Wisandika.
Menjaga dan memperhatikan kebudayaan Bali, utamanya di era saat ini, memang penuh tantangan.
Sinergitas dan komitmen kuat antara masyarakat, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, sangat diperlukan untuk melindungi dan melestarikan budaya Bali.
Perlombaan ini pun menjadi implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Karena lomba budaya memang bertujuan untuk mengapresiasi dan memotivasi pemajuan kebudayaan Bali.
”Diharapkan generasi muda dapat semakin mencintai, melindungi, dan melestarikan budaya Bali serta memupuk jiwa sportifitas di antara mereka,” sambungnya.
Sementara itu, salah satu peserta lomba wayang, Sugi Arini dari SMAN 1 Candimas Pancasari mengaku kegiatan ini sebagai pelecut bagi generasi muda untuk tetap menjaga dan melestarikan budaya Bali.
Meskipun ia tentu menaruh harapan agar bisa menang, namun baginya pelestarian budaya Bali harus tetap menjadi tujuan utama.
”Kegiatan ini sebagai pengenalan bagi generasi muda dalam mengembangkan warisan budaya, agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” kata peserta perempuan itu. ***
Editor : Donny Tabelak