SINGARAJA, radarbuleleng.id - Polres Buleleng kini tengah menyelidiki kemungkinan dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Buleleng, yang dipekerjakan sebagai admin judi online di Myanmar.
Hal ini diungkap Kapolres Buleleng, AKBP Ida Bagus Widwan Sutadi ketika disinggung mengenai kemungkinan dua orang PMI asal Buleleng, yakni Kadek Agus Ariawan alias Agus Moncot dan Nengah Sunaria.
Penelusuran ini dilakukan, mengingat banyak informasi yang beredar bahwa banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipekerjakan sebagai admin judi online di rantauan, seperti di Myanmar begitu pula Kamboja.
AKBP Widwan mengatakan bahwa pihaknya sudah sempat datang ke rumah terlapor berinisial Komang B alias Katak, yang berasal salah satu desa di wilayah Kecamatan Buleleng.
Katak sebelumnya dilaporkan ke Polres Buleleng oleh Ketut Alit Suryawan dan Putu Sastrawan, kakak Agus Moncot.
Meski ketika rumah terlapor didatangi oleh aparat berwajib, istri terlapor mengaku bahwa suaminya itu sudah kembali bekerja di Kamboja.
”Menurut keterangan istrinya, bahwa terlapor pernah bekerja jadi admin judi online di Kamboja,” ungkap Kapolres Buleleng kepada radarbuleleng.id pada Selasa (10/9) siang.
Informasi terakhir dari KBRI Yangon dalam rilis melalui Kemenlu RI, disebutkan bahwa Agus dan Sunaria diduga kuat berada di wilayah Hpa Lu, wilayah terpencil di Myawaddy, Myanmar.
Wilayah tersebut adalah lokasi konflik bersenjata dan saat ini dikuasai pihak pemberontak.
AKBP Widwan mengaku tetap mengupayakan agar dua PMI asal Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng itu bisa segera dipulangkan ke Bali.
Apalagi mereka diduga menjadi korban perdagangan orang atau Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Baik bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali dan Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, serta Imigrasi. Juga melakukan koordinasi dengan Kemenlu RI.
”Semoga PMI dari Buleleng bisa kembali dalam keadaan selamat dan kembali ke keluarganya,” pungkasnya.
Jawaban berbeda disampaikan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).
Mereka mengaku tidak mengetahui perihal dua PMI asal Buleleng yang diduga jadi korban perdagangan orang, dipekerjakan dalam lingkaran judi online.
”Saya tidak tahu,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan Kawasan Asia dan Afrika BP2MI, Firman Yulianto pada Kamis (5/9) lalu usai pertemuan dengan keluarga PMI di Kantor Disnaker Buleleng.
Kata Firman, keberangkatan Agus dan Sunaria tidak tercatat oleh BP2MI. Sebab mereka berdua tidak menempuh jalur kerja yang resmi. Sehingga BP2MI tidak mengetahui pekerjaan dua orang itu.
”Meski tidak tercatat, namun kami tetap fasilitasi untuk pemulangan, sebagai ini bagian dari melindungi warga negara,” tambahnya. ***
Editor : Donny Tabelak